Categories: SENTANIBERITA UTAMA

Di Danau Sentani Terdapat Banyak Benda Bersejarah

BENDA BERSEJARAH: Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, saat menunjukkan ukiran pada pengayu tradisional yang ditemukan masyarakat saat menyelam mencari ikan di Danau Sentani. ( FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA-Selain memiliki pesona keindahan alam dan ragam budaya masyarakat yang tinggal di sekitarnya, Danau Sentani juga banyak menyimpan benda-benda sejarah yang menjadi historis dan cerita tersendiri bagi kehidupan masyarakat yang berada di sekitar danau.

Pasca banjir bandang yang terjadi di Sentani pada tahun 2019, ternyata ada benda-benda pra sejarah milik masyarakat Sentani yang ditemukan oleh masyarakat ketika hendak molo (menyelam) menangkap ikan di dasar Danau Sentani. 

Misalnya di Kampung Asei Distrik Sentani Timur masyarakat penemukan pengayu tradisional dan tiang rumah tradisional. Pada pengayu dan tiang rumah yang ditemukan ini, terdapat ukiran.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengungkapkan bahwa pengayu  dan tiang rumah ini ditemukan masyarakat saat air danau surut. Kondisi ini  membuat cahaya matahari menyinari sampai ke dasar danau, sehingga warga dengan mudah bisa melihat benda-benda yang ada di dasar danau.

“Untuk pengayu sendiri ini memang merupakan pengayu lama, karena banyak ukiran-ukirannya. Berbeda dengan pengayu sekarang yang hanya ditulis nama dan tidak begitu banyak ukirannya,” katanya kepada Cenderawasih Pos ketika menunjukkan pengayu tradisional yang ditemukan di ruang kerjanya, Senin (5/10).

Sedangkan untuk tiang rumah yang ditemukan,  menurut Suroto memang tiang rumah tradisional milik masyarakat sentani. Oleh karena itu, tiang rumah ini merupakan peninggalan sejarah dan memiliki nilai historis yang sangat mendalam bagi masyarakat Sentani, khususnya yang ada di Kampung Asei Distrik Sentani Timur.

“Tiang rumah yang ditemukan ini telah dicor oleh warga kampung di tengah-tengah Kampung Asei sebagai simbol dari sejarah yang harus dikenang dan dijaga serta ini merupakan benda sejarah milik bersama,” ucapnya.

Suroto mengakui bahwa di Danau Sentani banyak benda-benda sejarah yang ditinggalkan para masa prasejarah. 

Oleh karena itu, benda-benda sejarah ini harus dijaga dengan baik dan sebaiknya tidak dijual kepada siapapun. Karena ini menunjukkan identitas dan jati diri masyarakat asli Sentani, khususnya yang ada di wilayah Danau Sentani.

“Kami harapkan masyarakat di wilayah Danau Sentani bisa menjaga dengan baik benda-benda sejarahnya dan tidak dipindah tangankan, apalagi sampai di jual kepada siapapun. Karena ini merupakan identitas dari masyarakat Sentani,” pintanya. (bet/nat)

newsportal

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

2 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

17 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

22 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

23 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago