

Edward Sihotang (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap merebaknya kasus virus Corona, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura supaya tidak berlebihan menanggapi isu penyebaran virus Corona yang akhir-akhir ini menjadi perhatian publik.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Manik Sihotang saat dihubungi media ini, Jumat (6/3).
Menurutnya, jika dilihat sepintas, respon masyarakat dalam menghadapi isu virus Corona ini sangat berlebihan. Salah satunya adalah masyarakat membeli masker dalam jumlah yang banyak. Bahkan ada juga masyarakat yang berani membeli masker meskipun harganya mencapai ratusan ribu untuk satu pcz-nya.
“Masker peruntukan mencegah penularan penyakit, namun jenis-jenis masker ini yang perlu diketahui oleh masyarakat. Bahwa tidak semua masker itu bisa mencegah penularan penyakit,” katanya.
Dia menyebut secara spesifik mengenai masker bedah yang sering digunakan masyarakat atau yang saat ini paling diburu masyarakat. Kata dia, dilihat dari bentuknya saja, sebenarnya masker itu permukaannya cukup lebar sehingga, tidak bisa menahan virus penyebaran secara spesifik. Untuk itu, masyarakat tidak usah merespon dengan membeli masker bedah ini dalam jumlah yang banyak.
Menurut dia, sebenarnya virus pun bisa masuk ke dalam tubuh melalui rongga yang ada pada masker yang sering digunakan atau yang diedarkan saat ini.
“Masker N95 itu yang betul-betul bisa menangkal penyebaran virus. Masker itu sebenranya untuk orang sakit agar dia tidak menularkan kepada orang lain. Contohnya untuk mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan atas,”jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap kepada masyarakat di Kabupaten Jayapura supaya tidak panik dengan membeli masker dalam jumlah yang banyak untuk tujuan pencegahan virus Corona.
“Untuk menjaga debu atau aktivitas secara umum itu dianjurkan menangkal ISPA,”tambahnya menjelaskan. (roy/tho)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…