Categories: SENTANI

Masalah Stunting Harus Diselesaikan Lintas Sektor dan Integrasi

SENTANI-Masalah stunting telah menjadi perhatian Presiden Jokowi. Oleh karena itu pemerintah akan fokus dalam penurunan jumlah kasus stunting. Masalah stunting harus diselesaikan  secara integrasi dan lintas sektor.

Di Indonesia stunting disebut kerdil, artinya ada gangguan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak. Anak stunting dapat terjadi pada 1.000 hari pertama kelahiran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie mengungkapkan, masalah stunting yang dilakukan di Kabupaten Jayapura saat ini sudah cukup maksimal. 

‘’Adanya kasus seperti di Kabupaten Jayapura banyak dipengaruhi faktor antara lain sosial ekonomi, asupan makanan, infeksi status gizi ibu, penyakit menular, faktor lingkungan dan lainnya,’’ungkap Khairul Lie, Kamis (31/8).

  Menurutnya Khairul Lie, program percepatan penurunan stunting sesuai dengan program Presiden RI Joko Widodo diterjemahkan dengan baik oleh Pemkab Jayapura melalui OPD teknis dan stakeholder lainnya. Bahkan hingga ke kampung dan ada dana yang diprioritaskan untuk penanganan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jayapura.

Sedangkan khusus untuk Dinas Kesehatan hal yang dilakukan antara antara lain, mengintervensi gizi spesifik meliputi pemberian suplementasi gizi, vitamin, pemberian makanan tambahan, pemberian sosialisasi kepada ibu hamil, penanganan kekurangan gizi dan lainnya.

Untuk stakeholder lain ada tersendiri.  Apakah perbaikan sanitasi  lingkungan dalam hal ini pembuatan MCK supaya warga tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS), penyediaan air bersih dan lainnya ini tugas dari Dinas PUPR.

Sedangkan dalam membantu menunda perkawinan dini tugasnya DP2A dalam memberikan edukasi kepada remaja, dari Dinas Kelautan dan Perikanan membantu memberikan bibit ikan supaya masyarakat memiliki tambahan gizi dan protein.

Sedangkan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura juga membantu memberikan bibit tanaman. Sehingga dalam penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi, berkolaborasi dan membuat program tepat sasaran.(dil/ary)

newsportal

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

22 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago