Categories: SENTANI

Miriam Soumilena Kecam Perilaku Kekerasan Libatkan Pelajar

Perlu Peran Ortu dan Disiplin Sekolah Harus Ditegakkan

SENTANI- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura,  Miriam Soumilena menyayangkan aksi kekerasan yang melibatkan anak atau pelajar SMP di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Peristiwa kekerasan yang melibatkan dua remaja putri di salah satu sekolah menengah pertama itu belakangan viral di media sosial.  Aksi ini tentunya sangat  tidak terpuji dan bertentangan dengan apa yang sudah dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura, yang menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai kota layak anak.

“Tentunya kami sangat menyayangkan tindakan ini dan tidak semestinya dilakukan oleh anak-anak yang masih berada di bangku sekolah,” Kata Miriam Soumilena.

  Pihaknya juga menyoroti pihak sekolah.  Di mana anak-anak yang terlibat dalam kasus ini masih berseragam sekolah. Itu artinya mereka sedang berada di saat jam sekolah atau bisa juga berada di luar jam sekolah.

“Ini dilakukan pada saat mereka berseragam sekolah,  itu berarti perhatian guru terhadap anak kurang karena kejadian itu masih berada di sekitar sekolah, ” ujarnya.

Seharusnya pihak  sekolah juga ikut bertanggung jawab terhadap peristiwa ini.  Walaupun di lingkungan sekolah itu ada saat jam sekolah dan jam istirahat atau pulang sekolah. ” ini bukan menyalakan tetapi disiplin sekolah harus ditegakkan,” harapnya.

Oleh karena itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura akan segera menindaklanjuti insiden yang melibatkan pertikaian dua anak tersebut.

Pihaknya berupaya akan bertemu dengan pihak sekolah dan juga keluarga dari dari kedua orang anak tersebut untuk penyelesaiakannya.  Supaya di kemudian hari tidak lagi terjadi hal-hal seperti itu di lingkungan sekolah, karena persoalan ini akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak-anak yang lain. Kalau tidak ada aturan dan sikap disiplin yang ditetapkan kepada anak anak ini.

“Ini akan terbawa juga ke anak-anak yang lain. Maka perlu ada ketegasan dan disiplin dalam lingkungan sekolah,”ujarnya.

Yang tidak kalah penting juga peran dari orang tua siswa,  terutama dalam menanamkan nilai-nilai sopan santun dan etika di lingkungan keluarga.

“Kalau etika diajarkan dari rumah dengan baik,  dia akan terbawa ke sekolah atau kemanapun dia berada.  Tapi kalau di rumah tidak dididik dengan baik,  itu akan terbawa ke sekolah,” tandasnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

47 minutes ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

2 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

4 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

5 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

6 hours ago

11 SPPG Masih Dibekukan, Program MBG Macet?

Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…

7 hours ago