Categories: SENTANI

Penyuluh Pertanian Wajib di Lapangan Dampingi Petani

SENTANI- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, David Zakaria menginstruksikan kepada seluruh petugas Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL agar turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan kepada kelompok petani yang saat ini sedang melakukan kegiatan penanaman guna mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Jayapura.

Suasana pencanangan tanaman padi di Distrik Nimboran, Selasa (30/6). Kegiatan ini untuk mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Jayapura. ( FOTO: Robert Cepos)

“PPL diminta tetap bekerja membina petani di Kabupaten Jayapura yang terhimpun dalam kelompok tani, meskipun dalam suasana pandemi Covid-19,” kata David Zakaria saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (1/7).

Dia mengatakan, hal ini sebagaimana surateEdaran Menteri Pertanian tentang antisipasi terjadinya krisis pangan yang muncul akibat pandemi Covid-19 dan kekeringan yang akan terjadi pada 2020. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura saat ini sudah mencanangkan program ketahanan pangan dengan gerakan masif melakukan penanaman palawija, umbi-umbian dan sayuran di kampung  kampung. 

Menurut David, pendampingan dari PPL bagi kelompok tani ini tidak boleh berhenti sehingga bisa diperoleh hasil produksi yang maksimal  guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan pangan akibat pandemi Covid-19 ini.

“Kami juga mengharapkan masyarakat melakukan gerakan mengkonsumsi pangan lokal. Kita optimalkan pangan lokal berupa sagu dan umbi-umbian. Ini harapan Menteri Perntanian agar antisipasi kelangkaan pangan atau terjadinya krisis pangan dapat kita sikapi dengan baik dan kita mampu bertahan di krisis itu,” imbuhnya.

Lanjutnya, dalam surat edaran tersebut, Mentan juga menginstrusikan kepada seluruh penanggungjawab tim supervisi dan pendampingan di jajaran Kementerian Pertanian untuk melakukan koordinasi dan melakukan pemantauan dan memastikan kesiapan percepatan tanam Musim Tanam II (MT-II) Tahun 2020.

Disamping itu, kata David, tim juga harus memastikan kesiapan cadangan beras pada tingkat kampung untuk mencukupi kebutuhan di tingkat distrik dan memasok bagi kebutuhan kabupaten.  Ia bersyukur karena saat ini, khusus di wilayah Lembah Grime  sudah menggarap lahan 215 hektar di Distrik Namblong, Nimbokrang dan Yapsi  untuk komoditas padi.

“Wilayah Lembah Grime kita sudah tanam padi di atas lahan 215 hektar di 3 distirk, Namblong, Nimbokrang dan Yapsi, jadi ada 215 hektar yang kita sudah tanami padi, di dalamnya juga ada padi ladang, jagung juga sedang kita kembangkan,”pungkasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Muller Korban Kedua Persipura?

Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…

8 minutes ago

Dari Beban Belanja Perlu Diperhatikan hingga Seberapa Dekat Papua dengan Masa Depan Pasifik

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…

1 hour ago

Kejati Papua akan Periksa Mantan Sekwan

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…

2 hours ago

Karhutla di Papsel Ganggu Penerbangan di Mimika

Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi,…

8 hours ago

Sembilan Anggota OPM Serahkan Diri

Bersamaan dengan penyerahan diri itu, tujuh pucuk senjata api yang selama ini mereka gunakan turut…

9 hours ago

Presiden Minta Pasien Umum dan BPJS Tak Dibeda-bedakan

Instruksi lainnya menyangkut perlakuan rumah sakit terhadap pasien. Prabowo meminta tidak ada perbedaan pelayanan antara…

20 hours ago