Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sarmi, Tri Cahyo Affandi, menjelaskan bahwa petugas PODES yang mengikuti pelatihan ini merupakan warga lokal yang telah direkrut berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Kepala BPS. “Petugas ini berasal dari Kabupaten Sarmi sendiri, dan sebagian besar sudah ada dalam database kami sebagai mitra. Mereka juga telah memiliki pengalaman dalam berbagai survei yang dilaksanakan BPS sebelumnya,” ungkap Tricahyo, Jumat (23/5).
Ia menambahkan, selain untuk pemutakhiran data pembangunan desa, hasil PODES juga berkaitan langsung dengan perhitungan indeks kesulitan geografis desa. “Data ini nantinya digunakan oleh Kementerian Keuangan untuk menentukan indeks kesulitan geografis dalam rangka pembagian dana desa secara lebih adil,” jelasnya.(roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggandeng PT Taspen (Persero) dan Bank Mandiri Taspen untuk membekali Aparatur…
Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026, melibatkan sebuah truk Toyota Dyna Long bernomor…
Jujuk Rianto menjelaskan, hingga saat ini pemerintah provinsi belum dapat menghitung potensi pendapatan yang akan…
Ketua Tim Kuasa Hukum dari Ludya E Logo, Yulianto, SH, MH menyatakan Praperadilan ini dilakukan…
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…