Categories: SARMI

Dana Otsus Akan Diusulkan Fleksibel Untuk Pendidikan

JAYAPURA-Anggota Komisi I DPR RI Yan Mandenas menyebutkan dana Otonomi Khusus tahun ini akan diprioritaskan untuk bidang pendidikan dan kesehatan di Papua. Hal ini dilakukan agar target membangun sumber daya manusia asli orang Papua bisa tercapai.

Sektor pendidikan dicontohkannya bukan hanya membangun sekolah dan menyediakan fasilitas lengkap, namun penyediaan tenaga guru yang berbobot juga akan berdampak bagi perkembangan dunia pendidikan di Papua. Dengan adanya kualitas guru yang memadai kemudian ditambah dengan kesejahteraan mereka yang cukup membuat mereka nyaman bekerja di Papua.

“Tanggung jawab saya sebagai pimpinan revisi Undang-Undang Otsus Papua sehingga kami mendorong dana ini lebih besar untuk pendidikan. Ada beberapa catatan yang saya dapat saat ini dari masukan masyarakat dan pemerintah setempat, sehingga saya akan usulkan agar dana Otsus itu bisa fleksibel digunakan untuk Pendidikan,” ujarnya saat mengadakan kunjungan di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Rabu (22/2)

Di sektor kesehatan Mandenas mengaku juga harus menjadi perhatian. Dicontohkannya saat berkunjung di RSUD Kabupaten Kepulauan Yapen, anggota DPR Fraksi partai Gerindra itu melihat sejumlah kekurangan fasilitas seperti peralatan medis, tempat tidur serta kekurangan alat laboratorium yang mempengaruhi proses pelayanan rumah sakit kepada warganya.

” Beban pemerintah daerah cukup besar, namun saya rasa bisa diatur dengan pemerintah pusat seperti alat kesehatan ditanggung oleh pemerintah melalui program Kementrian Kesehatan sementara dokter dan tenaga kesehatan bisa dari pemerintah kabupaten. Saya akan bicarakan dengan pemerintah pusat sehingga rumah sakit di Papua bisa memiliki fasilitas yang memadai,” tutupnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Cyfrianus Mambay menjelaskan bahwa di tempatnya khususnya sektor pendidikan sangat kekurangan tenaga guru. Pihaknya sudah melakukan berbagai cara dengan mengangkat guru kontrak dari daerah dan bekerjasama dengan perguruan tinggi mendapatkan tenaga pengajar.

” Terutama di kampung-kampung yang sulit, ada guru yang tidak mempunyai fasilitas rumah tinggal. ini membuat mereka ada kalanya tidak berada di tempat. Hal lainnya karena kurangnya transportasi juga menyulitkan mereka untuk sampai di kampung tempat mereka mengajar,” jelasnya.

Untuk kesehatan, Cyfrianus Mambay mengaku pihaknya tahun ini sudah menganggarkan Rp 36 miliar, namun itu tidak mencukupi kebutuhan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada warganya.

“Dana ini tidak cukup. Kita mau bantu dari Dana Alokasi Umum namun ada kebijakan pemerintah pusat yang membuat DAU tidak fleksibel sehingga menyulitkan kita untuk mencari jalan keluar lainnya lantaran sudah diperuntukan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Kami sudah bertemu Mendagri dan meminta DAU dikembalikan kebijakannya seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.(nat/gin)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

3 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

4 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

4 hours ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

5 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

5 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

6 hours ago