Dia menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendorong tumbuhnya koperasi-koperasi produktif dan sehat sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
“Koperasi jangan hanya ada dalam nama. Koperasi harus hidup, bergerak, dan menjadi jawaban atas tantangan ekonomi masyarakat di kampung,” tambahnya.
Diketahui, pelatihan ini mencakup materi teknis mengenai tata kelola koperasi, pelaporan keuangan, pengembangan usaha produktif, serta strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kampung masing-masing, membangun koperasi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan, serta menjadi agen perubahan bagi ekonomi daerah.(roy/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan…
Dalam seruan tersebut, KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin…
Setelah dipalang aktivitas pelayanan Kantor Distrik Sentani untuk sementara dipindahkan ke Kantor Kelurahan Hinekombhe. Hal…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…