Dia menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendorong tumbuhnya koperasi-koperasi produktif dan sehat sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
“Koperasi jangan hanya ada dalam nama. Koperasi harus hidup, bergerak, dan menjadi jawaban atas tantangan ekonomi masyarakat di kampung,” tambahnya.
Diketahui, pelatihan ini mencakup materi teknis mengenai tata kelola koperasi, pelaporan keuangan, pengembangan usaha produktif, serta strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kampung masing-masing, membangun koperasi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan, serta menjadi agen perubahan bagi ekonomi daerah.(roy/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kekurangan tersebut diantaranya, masih sering ditemukan kejadian-kejadian yang terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…
Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut…
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim…
"Upaya perbaikan gizi membutuhkan solusi berkelanjutan dan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan ekonomi, termasuk keterbukaan…
Presiden menjelaskan, meski pemerintahannya baru berjalan satu tahun, aparat penegak hukum telah berhasil menyita sekitar…
Direktur Pusat Studi dan Advokasi Hukum Sumber Daya Alam (PUSTAKA ALAM) Muhamad Zainal Arifin mengingkatkan,…