

WAMENA- Festival Budaya Kirab Api PON XX di Jayawijaya memadukan budaya lokal Papua dan modern yang dilakukan di halaman belakang kantor Wenehule Hubi Wamena, Rabu (29/9)/ Dalam pembukaan Festival tersebut diwarnai dengan tarian asli dari Papua seperti Yospan, dan tarian adat dari wilayah Lapago. Ditampilkan serta dipadu dengan tarian kontemporer modern dari para remaja di Wamena.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE MSi dalam pembukaan Festival Budaya Kirap Api PON XX menyatakan lewat pelaksanaan Kirab Api PON XX ini maka dirangkaikan dengan festival budaya. Selain itu juga ada UMKM atau hasil kerajinan dari masyarakat yang ditampilkan dalam festival ini.
“Untuk festival yang dilaksanakan selama sehari ini kalau dilihat menampilkan dua sisi, yakni budaya lokal Papua dengan modern dari apa yang ditampilkan baik itu tarian maupun dance yang dilakukan oleh para pemuda,”ungkapnya Rabu (29/9) kemarin.
Bupati juga menyatakan terimakasih kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, sebab walau Jayawijaya tidak menjadi salah satu kabupaten penyelenggara cabang olahraga pada PON, namun bisa merasakan meriahnya pelaksanaan penyelenggaraan PON di Papua.
“Atas nama masyarakat kami sampaikan terimakasih kepada gubernur Papua karena Kirab Api PON bisa singgah di Jayawijaya mewakili wilayah Adat Lapago,” katanya.
Bupati juga menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung kegiatan tersebut, khususnya dalam melakukan pembinaan kepada UMKM dan beberapa sanggar-sanggar seni dan budaya yang ada di Wamena.
“Saya harap OPD memberikan dukungan kepada adik-adik kita yang hadir di sini bagaimana bisa membina mereka agar kreativitas mereka juga bisa terus digali, begitu juga dengan sanggar seni di Wamena,” katanya.
Jhon juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk mewujudkan keamanan pada saat acara Kirab Api PON maupun sesudahnya. Media massa mempromosikan produk-produk kerajinan tangan dan hasil pertanian yang dipamerkan dalam acara penyambutan Kirab Api PON.
‘Kami ingin memperlihatkan kepada publik apa yang ada di Jayawijaya, mulai dari alam , maupun budaya dan kerajinan tangan yang dihasilkan dari masyarakat seperti Noken, pahatan dan masih banyak lagi potensi lainnya.” bebernya.
Berdasarkan pantauan dari Media ini, masyarakat antusias menyambut tim Kirab Api PON. Terlihat di pinggiran panggung cukup banyak warga maupun stan-stan pameran, hal ini mungkin disebabkan karena sudah lama di Jayawijaya tak ada hiburan, sehingga warga terus berdatangan untuk menyaksikan Festival yang dilaksanakan di halaman belakang gedung Wenehule Hubi Kantor Otonom.(jo/tri)
Dalam rangkaian forum APEKSI tersebut, Wali Kota Jayapura secara aktif mengikuti forum Rembuk Kebudayaan…
Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…
Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi…