Categories: PEGUNUNGAN

Pemkab Jayawijaya Mulai Tampung Aspirasi Masyarakat

Melalui Musrembang Tingkat Distrik

WAMENA—Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai menampung aspirasi dari tingkat kampung melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik, di mana proposal dari kampung akan dipilah-pilah dengan melihat urgensinya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya, Thony M. Mayor SPd, MM menyatakan, yang namanya usulan dalam Musrenbang pasti banyak, hanya saja, nanti pemerintah akan melihat, mana yang sangat prioritas, karena wilayah Jayawijaya ini luas dan kebutuhan masyarakat juga sangat banyak.

“Usulan ini akan ditampung dan kita akan melihat bagaimana pemerataan untuk 40 distrik, itu akan dilihat atau didiskusikan bersama dalam Musrenbang kabupaten nanti,”ungkapnya, Jumat (25/2) kemarin.

Ia memastikan, dalam Musrenbang tingkat kabupaten, pemerintah akan mengundang kepala dan semua OPD yang ada di lingkungan Pemkab, di situ akan dilakukan musyawarah dan dilihat pada bidang atau program yang diusulkan, distrik mana yang paling prioritas di tiap-tiap distrik.

“Dalam Musrenbang tingkat kabupaten, program mana yang paling prioritas sehingga bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, namanya aspirasi akan kita tampung dan dibahas sesuai program yang akan diusulkan,”jelasnya.

Ia juga menyatakan, masalah yang paling sering diangkat dalam masyarakat yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan, hampir setiap distrik itu dalam kunjungan selalu menambahkan hal itu, sehingga ini akan dilihat kembali, bagaimana pemerintah bisa menangani masalah ini dengan anggaran yang terbatas.

Secara terpisah, Kepala Distrik Pyramid Kabupaten Jayawijaya, Nius Tabuni menyatakan, untuk Distrik Pyramid, yang diusulkan dari masyarakat itu memang ada beberapa bidang pertanian, pendidikan , kesehatan, dan kegiatan ekonomi produktif yang lebih banyak diusulkan.

Contoh bidang kesehatan, masyarakat ingin jika mereka sehat maka bisa melakukan berbagai pekerjaan sehingga kesehatan sangat penting, di Pyramid ini, tempat pelayanan kesehatan masih Puskesmas Pembantu (Pustu) sehingga dalam Musrenbang ini didorong untuk bisa peningkatan status menjadi Puskesmas,”bebernya.

Selain mengusulkan Pustu menjadi Puskesmas, pihaknya juga mengusulkan status Polindes menjadi Pustu.“ Abunere itu harus ada satu Pustu, kemudian antara Bolakme dan Pyramid tepatnya di Kampung Algonik itu harus ada satu Pustu lagi, ini dibidang kesehatan, sementara di bidang pendidikan memang saya rasa ada banyak sekolah, tapi bangunannya tidak layak dan tahun ini saya tidak usulkan,”pungkasnya.(jo/tho)

 

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

2 days ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

2 days ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

2 days ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

2 days ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

2 days ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

2 days ago