Categories: PEGUNUNGAN

Raih Dua Penghargaan, Berkat Program Rp1 Juta/Bulan per KK

Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohilait, saat menerima Papua Bangkit Award yang diserahkan Kepala BNPB Pusat, Letjen Doni Monardo di Aston Hotel Jayapura, Rabu (24/4) lalu.( FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA-Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohilait tidak menyangka Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berhasil memborong sekaligus dua penghargaan Papua Bangkit Award. Yakni, penghargaan atas penurunan angka kemiskinan dan penghargaan atas peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Lanny Jaya.

  “Kami perlu berikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Pasalnya, penilaian yang diberikan bukan bersumber dari kami di Pemkab Lanny Jaya, melainkan sebaliknya, tugas kami ya hanyalah bekerja membangun Lanny Jaya,” ujar Christian Sohilait kepada wartawan, Jumat (26/4) kemarin.

  Kendati demikian, Sekda Sohilait mengaku mengetahui indikator-indikator yang mempengaruhi penilaian yang berujung pada dua Papua Bangkit Award yang diberikan. Indikator utamanya tidak lain melalui program pemberian dana tunai Rp 1 juta/bulan bagi tiap kepala keluarga (KK)di Lanny Jaya, yang notabene merupakan program andalan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dibawah pimpinan Bupati Befa Yigibalom dan Wakil Bupati Yermis Kogoya.

  Sekda Sohilait menjelaskan bahwa dari Rp 1 juta tersebut, Rp 300 ribunya dipotong untuk Kartu Lanny Mandiri, Kartu Lanny Jaya Sehat, dan Kartu Lanny Jaya Cerdas, sehingga Rp 700 ribulah yang dapat diterima masyarakat.

  Sekalipun demikian, Rp 700 ribu ini tidak diberikan pemerintah dan diterima begitu saja oleh masyarakat Lanny Jaya. Sebaliknya, uang baru dapat diterima setiap kepala keluarga ketika memenuhi indikator-indikator yang ditetapkan Pemkab Lanny Jaya.

  “Indikator-indikator ini di antaranya, masyarakat wajib memiliki e-KTP dan kartu keluarga. Kemudian, sebelum terima uang, mereka pun sudah harus buat rekening di bank. Mereka juga harus punya kebun secara massal, wajib punya usaha lebih dari 2, entah itu usaha ternak maupun berkebun,” tambahnya.

  Tidak hanya itu, melainkan, di mana ada anggota keluarga yang buta aksara, maka anggota keluarga lainnya harus membantu agar bisa membaca. Adapun, anak-anak usia sekolah dilarang untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti halnya upacara kematian, panen raya, maupun buka kebun baru. Juga, jikalau kemudian diketahui salah seorang anggota keluarga terindikasi virus HIV, maka wajib dibawa ke rumah sakit.

  “Nah, berdasarkan indikator-indikator inilah, sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” terangnya lagi. (gr/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

51 minutes ago

Kapal Papua Baru Tenggelam di Pelabuhan Jayapura

Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…

51 minutes ago

Pomdam XVII/Cenderawasih Mulai Selidiki Tewasnya Kevin

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…

2 hours ago

Kaya Akan Biodiversity, Upaya Pelestarian Perlu Dilakukan Secara Kolaborasi

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…

3 hours ago

Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…

7 hours ago

Wamentan: Indonesia Hentikan Impor Beras

Menurut dia, keberhasilan tersebut dicapai melalui strategi sederhana namun konsisten, yakni meningkatkan luas tanam sehingga…

8 hours ago