Categories: PEGUNUNGAN

Rentan Sakit, Dilarang Berkeliaran

Masyarakat saat melakukan acara bakar batu di Lapangan Kantor Bupati Jayawijaya. Untuk menjaga kesehatan ternak babi, warga diminta mengandangkan ternak babinya.( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Jayawijaya J. Hendry Tetelepta mengaku pemerintah memang melarang ternak babi dibiarkan berkeliaran, apalagi mencari makan di tempat sampah. Sebab, di tempat sampah itu ada segala macam penyakit dan berbagai sampah berbahaya lainnya.

  Jadi, sebaiknya ternak bagi harus dikandangkan. Dimana pemerintah sudah memberikan bantuan kandang percontohan ternak babi. “Kandang babi contoh itu kita sudah pernah buat. Tetapi itu di kelompok tani dan perseorangan, mungkin nanti kita buat ke kelompok kampung atau kelompok distrik yang bisa diawasi jadi bukan perseorangan.”ungkapnya Rabu (26/2) kemarin

  Ia menyatakan kandang babi percontohan yang pernah dibuat itu cuma empat pada tahun 2018, satu di Pisugi, Wouma, satu di Wita-Waya dan satu di Pyramid. Bantuan diberikan orang per orang sesuai dengan usulan proposal yang masuk, itu disediakan kandang dan juga ternak Wam (babi)-nya langsung   satu paket.

  “Mungkin di tahun 2021 kita akan usulkan untuk buat lagi, tetapi kalau bisa penanggungjawabnya itu  kelompok tani atau Gapoktan, atau bisa kelompok kampung atau distrik.”jelas Hendry 

  Ia menyatakan, untuk usulan kandang babi percontohan di Distrik Pisugi akan diusulkan tahun 2021, sebab untuk tahun ini tidak ada program bantuan itu. Di satu sisi,  persoalan masyarakat yang sudah lama disini adalah kebun yang dipagar, sementara babi di lepas.

  “Sekarang bagaimana kita mau mengubah pola itu, babi yang dikandangkan, kebun yang tidak dipagar. Karena pertimbangannya kalau kebun yang di pagar itukan luasannya besar sekali. tetapi kalau babi yang dikandangkan itukan perlu kandang kecil saja.” kata Hendry.

  Ia menilai jika ternak Babi ini mulai dikandangkan, maka persoalannya dari segi pakan yang harus diberikan pagi dan sore. “Kalau babi dilepas, dia akan pergi cari makan sendiri, termasuk ke sampah-sampah itu. Sore dia kembali, namun masalahnya ternak itu akan sakit dan juga potensi penyakit cacing pita lebih besar dari pada babi yang dikandangkan,”beber Henrdy.

    Ia juga mengakui banyak ternak Babi di tempat sampah itu yang memang terlihat besar dan gemuk, namun tidak menutup kemungkinan jika dipotong dagingnya mengandung cacing pita karena keseringan mencari makan di  tempat sampah.

  “Masalah ini yang membuat pemeritah ingin agar babi di seluruh Jayawijaya itu dikandangkam dan tidak dibiarkan untuk mencari makan sendiri,”bebernya.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kontak Tembak Warnai HUT RI di Mimika, Satu Prajurit Gugur

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diwarnai…

5 hours ago

Demo Pecah di Waena, Aparat dan Massa Sama-sama Terluka

​Di kawasan Ekspo dan Perumnas lll Waena, suasana memanas sejak siang hari saat massa aksi…

6 hours ago

Korban Gempa NTT Terus Bertambah, 68 Orang Meninggal, 213 Luka-Luka

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten terdampak.…

7 hours ago

Bupati Keerom Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81…

9 hours ago

Sang Saka Berkibar, Tolikara Rayakan HUT Ke-81 RI Usung Semangat Persatuan dan Kebersamaan

Mengusung semangat “Nusantara Baru, Indonesia Maju”, seluruh rangkaian peringatan berlangsung tertib, aman, khidmat, sekaligus penuh…

10 hours ago

HUT ke-81 RI di Puncak Jaya Khidmat Tanpa Ada Gangguan

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI,…

11 hours ago