

Hering DPRK Jayawijaya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini Asisten II Setda Lekius Yikwa dan Plt Kepala BKPSDM di ruang rapat dewan Kantor DPRK Jayawijaya Jumat (23/5) kemarin. (foto:Denny/Cepos)
WAMENA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melakukan hering dengan pemerintah daerah, terait dengan masalah honorer kategori II (KII) yang sampai saat ini belum jelas statusnya, sehingga dari pertemuan tersebut terungkap jika saat ini BKPSDM Jayawijaya masih melakukan verifikasi ulang terhadap 600 nama yang telah diumumkan tahun lalu.
Ketua DPRK jayawijaya Lucky Wuka, S.Pi, MSi mengakui jika apresiasi dari DPRK Jayawijaya kepada teman -teman Honorer KII yang sampai saat ini terus berjuang membawa aspirasi terkait dengan nasib mereka, sehingga sejak kemarin sudah dilakukan pertemuan interen dewan dan saat ini dilakukan hering dialog dengan pemerintah.
“Kami DPRK Jayawijaya mengarahkan dalam waktu dekat ini verifikasi ulang data honorer K II yang telah diumumkan itu bisa segera dilakukan dalam waktu dekat ini,”ungkapnya saat ditemui di Kantor DPRK Jayawijaya Jumat (23/5) kemarin.
Ditegaskan, dalam verifikasi ulang 600 nama honorer KII itu, bagi yang sudah mengapdinya lama di pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak boleh diganti, kalau diganti akan timbul masalah baru, dan yang terakhir pemerintah segera keluarkan SK pengangkatan bagi mereka.
Di tempat yang sama Asisten II Setda Jayawijaya Lekius Yikwa, S.Pd menyatakan pemerintah sudah menghadiri undangan rapat hering terkait dengan K II, kemudian setelah dicermati, ikuti pembahasan, masukan, saran dan pendapat untuk di tingkat BKPSDM Jayawijaya.
“Yang sementara dilakukan adalah validasi dan verifikasi data, dan pertemuan ini kami akan laporkan kepada pimpinan segera menindal lanjuti masalah tersebut,”tegas Lekius
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…