

WAMENA- Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya masih melakukan penyelidikan terkait dengan aksi perampasan dan pembakaran logistik suara milik Distrik Meibarok di Valey Honay Hotel Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. Sebab polisi mencurigai jika aksi ini ditunggangi oleh caleg yang merasa kecewa dengan pemilu tersebut sehingga harus dipastikan lagi .
Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya mengakui jika kejadian perampasan yang disertai dengan pembakaran surat suara dan berita acara logistik untuk distrik Mebarok pada 22 April lalu sekitar pukul 22 .00 WIT ada kelompok masyarakat dengan membawa senjata api laras panjang dimana kelompok yang diduga dari KKB itu mengancam petugas.
“Intinya mereka meminta tak boleh ada pelaksanaan pemilu di Distrik Mebarok Kabupaten Nduga, mereka merampas dan membakar logistik dan berita acara tingkat PPS dan PPD,” ungkapnya, Rabu (24/4) kemarin.
Menurutnya, kepolisian akan berusaha untuk menghubungi KPU Nduga untuk dilakukan pencoblosan ulang. Hanya saja pihak kepolisian mencoba mencari tempat yang aman, untuk penanganan kasus ini Polres Jayawijaya akan menutunkan personel dari Polsek untuk memastikan kejadian itu.
“Kami harus memastikan kasus ini, memang aksi perampasan ini benar, hanya saja jangan sampai kelompok ini ditunggangi elit politik yang kecewa dengan hasil pemilihan yang sudah dilakukan,”jelas Kapolres Jayawijaya.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui modus -modus seperti ini, sebab waktu kejadian anggota kami tidak tahu, karena jarak antara hotel Valey Honai Kenyam agak jauh dengan Polsek,” lanjutnya.
Kata Kapolres Jayawijaya, apabila ada oknum caleg yang terlibat maka akan diserahkan ke sentra Gakkumdu yang akan melakukan penanganan. “Kita masih menunggu koordinasi dengan KPU dan Bawaslu Nduga untuk merencanakan langkah–langkah yang akan dilakukan nantinya,”katanya. (jo/tri)
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…
Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…
Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…
Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…