Categories: PEGUNUNGAN

Dibatasi Waktu, Warga Berjubel Antre Sembako

Masyarakat Distrik Wamena Kota yang berdesakan menunggu pembagian sembako di depan Kantor Distrik Wamena Kota di Jalan A.Yani Wamena, Kamis (23/4). Hari pertama  pembatasan aktifitas masyarakat pukul 12.00 WIT  tak berjalan sesuai harapan. ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA- Hari pertama penerapan pembatasan aktifitas masyarakat hingga pukul. 12.00 WIT nampaknya tak bisa dilaksanakan. Sebab, sejak pagi masyarakat di Distrik Wamena Kota berbondong-bondong antre untuk mendapatkan sembako dari pemerintah di depan kantor Distrik.

   Masyarakat yang  harusnya melakukan social/physical distancing atau menjaga jarak, malah berkerumun dan berdesak-desakan  di depan kantor Distrik Wamena Kota   di jalan Ahmad Yani Wamena. Aparat kepolisian juga tak bisa melarang karena ini menyangkut dengan kebutuhan masyarakat sehingga tak bisa berbuat apa -apa untuk membubarkan antrean warga untuk mendapatkan sembako tersebut.

   Hari pertama aturan pembatasan aktifitas pukul 12.00 WIT, tak bisa diterapkan. Semua aktifitas masyarakat berjalan seperti tak ada pembatasan waktu yang diberlakukan. Bahkan polisi terpaksa menutup sebagian jalan dan mengalihkan lalu lintas karena terlalu banyak masyarakat yang berkumpul.

   Dimana antrean sembako masyarakat meluap sampai ke halaman kantor RRI Wamena, warga banyak tak menghiraukan ancaman penyebaran virus corona ini. Dimana banyak yang tidak menggunakan masker  saat berdesak-desakan di depan kantor Distrik. Warga juga tak diarahkan menunggu di wilayah masing -masing agar bisa dilayani oleh RT/RWnya masing-masing.

   Ketua Forum masyarakat Jayawijaya Benny Wetipo memberi  apresiasi itikat baik dari Pemerintah daerah membantu masyarakat sama -sama memutuskan mata rantai penyebaran covid -19. Namun, ada beberapa hal penting yang harus menjadi catatan penting pemerintah terlebih lagi  kesiapan instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam pembagian logistik bama.

  “Seperti  kerumuman massa ini,  justru dapat  mempercepat penyebaran virus itu sendiri,” ujar Benny yang berharap hal ini jadi perhatian serius pemerintah daerah.

   Menurutnya, sampai saat ini masih banyak orang yang dari daerah terpapar yang masih berkeliaran dalam Kota Wamena, sehingga dalam kerumunan seperti di depan Kantor Distrik Wamena Kota ini yang dikhawatirkan akan mempercepat penyebaran virus itu sendiri.  “Harusnya mencari solusi yang tepat untuk menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat,” ujarnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

8 minutes ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

1 hour ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

2 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

3 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

4 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

5 hours ago