Categories: PEGUNUNGAN

Polisi Antisipasi Aksi Massa

Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya saat melakukan Koordinasi dengan masa dari Distrik Hubikiak  yang melakukan aksi palang di Pasar Jibama karena merasa dicurangi dalam pemilu, Senin (20/5).( FOTO : Denny/Cepos )

Merasa Dicurangi di Pemilu,  Massa Palang Pasar Jibama

WAMENA – Menjelang pengumuman hasil Pemilihan Umum 2019 baik itu Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, Polres jayawijaya mulai mengantisipasi aksi –aksi pengerahan massa dari elit politik yang merasa tidak puas dengan hasil pemilihan atau merasa dicurangi. Namun aparat tetap mengimbau agar menyampaikan aspirasinya sesuai jalur hukum yang disediakan.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya menegaskan jika  ada oknum elit politik yang melakukan aksi menghimpun massa, untuk melakukan protes dengan cara pemalangan di tempat–tempat umum, maka akan dilakukan tindakan tegas karena  mengganggu ketertiban umum.

   “Kalau dalam pelaksanaan protes itu tak bisa tertib dan melakukan tindakan –tindakan yang anarkis atau tetap ngotot,  maka korlapnya akan tetap akan diambil untuk diproses hukum,”tegas Kapolres saat membuka palang di Pasar Jibama dan mengarahkan massa yang melakukan aksi protes untuk tidak mengganggu ketertiban umum.

   Menurutnya, kalau mereka tidak bubar baik-baik akan ditindak tegas, karena pasar ini bukan tempat demo. Jika ingin menyampaikan sesuatu atau aspirasi harus sesuai dengan prosedur ke KPU, Bawaslu secara berjenjang dan bukan pengerahan massa.   

  “Kalau seperti ini tidak benar, masalah politik dituntut di tempat pusat aktifitas masyarakat seperti pasar Jibama saat ini, ini akan kita tindak tegas, apabila mereka tidak mau bubarkan diri atau menyampaikan aspirasinya di kantor KPUD jayawijaya karena ini masalah suara politik,”jelasnya

   Sejauh ini, kata Tonny,  menjelang pengumuman 22 Mei situasi Jayawijaya masih tetap aman,  cuma riak-riak kecil masih tetap ada. Karena itu,  kepolisian harus memantau terus tokoh-tokoh yang selama ini merasa dicurangi dalam pemilihan kemarin.

  “Kalau dilihat ini kesalahan dari PPD-nya sendiri yang sengaja menahan kotak sampai dilakukan upaya penjemputan paksa.”katanya 

  Kepolisian menduga ada  yang bermain di saat injury time yang dilakukan oleh PPD. Hal ini terbukti  banyak pengaduan PPD diancam dan sebagainya. Sejauh ini memang ada PPD yang dinilai bermain dan sedang ditindaklanjuti oleh sentra Gakundu jayawijaya

   “Ini karena ulah PPD, banyak caleg yang merasa dirugikan menjelang penetapan atau hasil pemilu ini, sehingga kita dari kepolisian mengantisipasi adanya pergerakan –pergerakan masa dari caleg yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu kemarin.”bebernya.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

6 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

7 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

8 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

9 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

10 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

11 hours ago