

PJ Gubernur Papua Pegunungan Dr.Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A memberikan penjelasan kepada para siswa/siswi yang menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Papua Pegunungan Senin (17/2) kemarin. (foto: dok humas Pemprov Papua Pegunungan)
WAMENA -Aksi Demo Siswa SMP, SMA/SMK yang ada di Kota Wamena untuk menolak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), mendapatkan perhatian dari PJ Gubernur Papua pegunungan yang langsung datang ke ruas jalan yosudarso untuk menjemput para siswa dan di bawah ke Kantor Gubernur untuk mendengar langsung penyampaian aspirasi.
Hal ini dilakukan lantaran para siswa ini meminta jika aspirasi ini tak bisa di sampiakan di jalan -jalan seperti ini, tapi harus ke Kantor Gubernur Papua Pegunungan yang merupakan honai besar untuk anak -anak adat di wilayah itu.
“Aspirasi yang akan disampaikan kita akan terima di kantor Gubernur Papua Pegunungan, untuk adik -adik semua kita menuju ke kantor gubernur bersama -sama,”katanya di ruas Jalan Yosudarso Wamena.
Sebelum melakukan perjalanan ke Kantor Gubernur Papua Pegunungan jaraknya kurang lebih 200 meter tersebut para siswa diminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban saat melakukan longmars serta berada di kantor tersebut, sehingga apa yang disampaikan juga bisa berjalan dengan baik.
“Saya mengajak seluruh adik -adik untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama untuk Kabupaten Jayawijaya yang kita cintai bersama, Pemerintah juga akan tetap menyambungkan aspirasi ini kepada pemerintah pusat,”beber Wanggai
Velix mengaku kedatangannya agar anak -anak bisa berjalan dengan tertib bersamanya menuju ke kantor Gubernur Papua Pegunungan, karena semua ini anak -anak adat maka harus menghargai semua suara ja untuk kebaikan honai bersar Papua Pegunungan.
“Kita punya honai besar Papua Pegunungan ini yang menjadi sarana atau tempat untuk kita bermusyawarah, berpendapat dan menyampaikan aspirasi bersama dan mengambil satu keputusan bersama,”jelasnya
Ia juga menyebutkan jika aksi penolakan MBG ini menjadi salah satu perhatian dari Provinsi Papua Pegunungan, dimana yang pertama kalinya dilakukan di Yahukimo dan saat ini di Wamena, tentunya ini menjadi masukan untuk pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kepada pemerintah pusat terkait dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…