Categories: PEGUNUNGAN

Wamena Butuh Pemulihan dan Kedamaian

JAYAPURA-Rangkaian kejadian tindak kriminal seperti pemalakan dan penikaman hingga berujung tewasnya aejumlah warga di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, harus jadi perhatian serius Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya.

Hal ini terus menjadi pembahasan dan perbincangan warga Jayawijaya dan kabupaten tetangga di sejumlah sosial media yang berharap ada respon cepat, dari pemerintah kabupaten bahkan Provinsi.

“Kota Wamena perlu ada pencegahan dan pemulihan serius dari semua pihak, baik dari pemerintah, gereja, adat, OKP, dan LSM. Sebah sejak akhir Juli hingga saat ini, banyak warga meninggal dunia karena kecelakaan, pembacokan, penikaman, pembunuhan, dan berbagai macam jenis penyebab kematian warga,” ungkap Maiton Gurik CEO dan Founder Lembaga Riset Ekonomi Politik (Lempar) Papua di Jayapura, Jumat (18/8).

Maiton Gurik mengatakan akibat sejumlah kasus ini, aktivitas warga terhalang dan Wamena terlihat sunyi pada sore menjelang malam. Parahnya lagi hal ini tidak diseriusi oleh pemerintah setempat.

“Wamena dilihat semacam kota kematian, kota kumuh. Wamena, seolah-olah tidak ada pemimpin gereja dan pemimpin pemerintah. Wamena krisis pemimpin yang sangat serius. Wamena butuh pemulihan dan pencegahan yang cepat, tepat dan segera,” ucap Gurik yang juga mengaku memantau dari media sosial dan sejumlah keluhan dari masyarakat.

Ia menilai sampai saat ini upaya – upaya pemerintah setempat untuk pencegahan juga tidak ada sama sekali dan ia menduga ada pembiaran serius.

“Masyarakat tidak bisa tiap hari diliputi rasa takut, trauma dan sakit hati terus menerus tumbuh dalam diri, ketika baca informasi orang mati di media karena berbagai macam penyebab. Sekali lagi Wamena butuh pemulihan dan pencegahan yang serius dari semua pihak. Wamena butuh perdamaian antar sesama masyarakat. Wamena butuh doa massal dan doa pemulihan. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya harus dan segera tertipkan keamanan Wamena demi masyarakat,” ucap Maiton.

Dia menegaskan bahwa persoalan ini sangat serius dan jangan sampai masyarakat terus dihantui rasa takut dan merasa terbiasa dengan pembunuhan. Hal ini akan membuat masyarakat kebal dan bisa berdampak buruk ke depan.

“Pemerintah Kabipaten Jayawijaya tidak bisa anggap remeh situasi ini, ini masalah serius dan memprihatinkan kita semua,” tutupnya.(oel/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

15 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

17 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

18 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

19 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

20 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

21 hours ago