

Hearing Komisi C DPRK Jayawijaya Bersama Dinsnakerindag dan BPKAD di ruang Rapat Dewan Kantor DPRK Jayawijaya Selasa (14/10) (foto:Denny/Cepos)
WAMENA – Guna meminta penjelasan terkait realisasi keuangan dan pengandalian harga barang dipasaran Wamena Dewan, Komisi B DPRK Jayawijaya memanggil Disnakerindag dan BPKAD Kabupaten Jayawijaya dalam hering guna melihat pengawasan harga barang dan progress dari penyerapan anggaran .
Ketua Komisi B DPRK Jayawijaya Yosep Lokobal, S.IP menyatakan untuk Disnakerindag ini merupakan panggilan ke tiga, sebab waktu dilakukan kunker menemukan beberapa masalah dilapangan, contoh yang viral itu adanya pedagang nakal yang sengaja mengurangi isi beras dalam kemasan.
“Contoh dalam karung itu dari bulog itu 20 kg, namun ketika dipasaran ada pedagang yang mengurangi isinya jadi 18 kg namun di jual dengan harga yang sama dengan 20 kg, ini yang kita temukan dalam kunker,”ungkapnya di ruang rapat dewan Kantor DPRK Jayawijaya. Selasa (14/10).
Menurutnya, masalah lain yang ditemukan tidak ada keserasian harga, artinya harga beras ini berfariasi dari satu toko ke toko yang lainnya, atau kios yang satu dengan kios lainnya, padahal kisaran harganyanya ini sudah ada dari Disnakerindag hanya yang menjadi masalah itu pengawasan di lapangan.
“Atas dasar ini kami memanggil kembali Disnakerindag agar pengawasan dilapangan itu diperketat lagi, kalau ada pedagang nakal yang masih melakukan itu dinas terkait harus mengambil langkah tegas, kalau memang tokonya harus ditutup dilakukan saja karena cara seperti ini merugikan masyarakat,”tegas Yosep
Ia menyebutkan dengan harga yang tak seimbang ini membuat inflasi daerah terus meningkat, sehingga komisi C DPRK Jayawijaya mengharapkan disnakerindag harus tegas dalam menyikapi hal ini, bila perlu saat melakukan pengawasan turun bersama kepolisian dalam hal ini satgas pangan atau satpol PP.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…