Categories: PEGUNUNGAN

KPK RI Pastikan Peluang Korupsi Terbesar Ada Pada Pengadaan Barang dan Jasa

WAMENA –Satgas Pencegahan V.2 Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK RI memastikan jika dari data KPK selama penanganan Kasus Korupsi, paling banyak terjadi pada pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pemerintah daerah baik Tingkat Provinsi maupun Kabupaten, oleh karena itu terus dilakukan pencegahan Monitoring Center Of Prevention (MCP) dan Survei Penilaian Integritas.

Kasatgas Pencegahan V.2 Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK RI Nurul Ichsan Alhuda menyatakan pengadaan barang dan jasa berdasarkan data KPK menjadi salah satu ruang melakukan tindak pidana korupsi yang paling banyak ditemukan  dari sejumlah kasus yang korupsi yang ditangani KPK dari pengadaan barang dan jasa.

“kita dari  satgas pencegahan terus mendorong untuk pemerintah  dan DPRD bisda melakukan pengawasan seperti melalui MCP dan Survei penilaian integritas salah satunya ada pengadaan barang dan jasa, sehingga sub indicator itu yang kita terus lakukan perbaikan, Dimana ada beberapa dokumen yang harus di upload pemda,” ungkapnya saat ditemui di Wamena Selasa (14/5) kemarin.

Menurutnya tujuannya memperkecil peluang terjadi penyimpangan, kalaupun terjadi penyimpangan lebih mudah dideteksi, tapi lagi -lagi kebanyakan secara administrasi pengadaan barang dan jasa itu lengkap semua,  sehingga pencegahan secara sistem KPK tidak bisa menjamin 100 persen tertutup terjadinya tindak korupsi

“Cuma kalau di pereiksa administrasinya langkap, dokumennya lengkap, namun kalau kita dalami lagi itu ada, sehingga dilakukan pencegahan dengan aplikasi MCP, hanya saja aplikasi ini juga banyak kelemahan terutama yang perlu kita didalami itu Analisa perubahan dan itu tak bisa lewat MCP,”jelasnya

Ia menerangkan apabila ingin melihat adanya tidak pidana korupsi atau tidak dalam pengadaan barang dan jasa jalan satu -sayunya harus ke daerah dan buka semua berita acara untuk membandingkan satu sama lainnya, kalau dari dokumen itu ada yang dicurigai barulah akan didalami, oleh karena itu pihaknya melakukan pertemuan dengan DPRD dan Pemkab Jayawijaya.

“intinya pertemuan yang dilakukan dengan DPRD dan Pemkab Jayawijaya untuk melakukan tukar pikiran atau diskusi, Dimana kami sudah menyampaikan data terkait kegiatan KPK yang dilakukan selama Provinsi Papua pegunungan khususnya di Jayawijaya,”beber Nurul Ichsan

Kasatgas Pencegahan V.2 KPK RI menambahkan pertemuan yang dilakukan dengan DPRD ini karena tugas dan fungsi mereka juga melakukan pengawasan kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dan dalam diskusi ini pihaknya juga mendapat informasi karena memang tujuannya untuk melakukan perbaikan dalam pencegahan Korupsi.

“kegiatan ini akan dilakukan di beberapa tempat, namun yang lainnya semua pemda di Tingkat Kabupaten dan Provinsi, namun khusus untuk Kabupaten Jayawijaya DPRDnya juga dilibatkan ,” tutupnya.. (jo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

39 minutes ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

2 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

3 hours ago

Gubernur: PAD Jangan Ditahan-tahan, Segera Disetor!                  

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…

6 hours ago

Selain Pakaian Layak Pakai, Kebutuhan Balita Masih Kurang

  Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…

7 hours ago

Insentif Kader Posyandu Nunggak 6 Bulan

   Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…

8 hours ago