

Hearing Komisi C DPRK Jayawijaya bersama Dinkes, BPKAD, RSUD Wamena, Bappeda dan Nakes Rabu (12/11) (FOTO:Denny/Cepos)
WAMENA– Puluhan petugas Kesehatan yang terdiri dari Dokter, perawat, bidan dan analis kesehatan yang berstatus pegawai tidak tetap (PTT) mengadu ke DPRK Jayawijaya dalam hal ini Komisi C lantaran 8 bulan honor mereka tak dibayar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya.
Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya Agus Logo, S.IP menyatakan menindak lanjuti laporan dari petugas kesehatan yang berstatus PTT terkait honor mereka yang belum dibayar selama 8 bulan, sehingga pihaknya memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Wamena, dan kepala BPKAD kabupaten Jayawijaya guna melakukan hering.
“Dari hearing ini kita jadi mengetahui permasalahan yang terjadi hingga honor dari petugas kesehatan yang berstatus PTT ini belum terbayar dari penjelasan dinas Kesehatan dan BPKAD,” ungkapnya di kantor DPRK Jayawijaya Rabu (12/11).
Menurutnya, Pembayaran gaji dari tenaga kesehatan PTT yang sudah dilakukan itu sejak Januari sampai Maret, sementara dari bulan April sampai dengan November belum dilakukan namun sampai saat ini masih dilakukan tingkat koordinasi dan dipastikan honor mereka akan segera terbayarkan sesuai instruksi Bupati Jayawijaya.
“Dari hearing ini sudah ada kesepakatan jika dalam kurun waktu seminggu pembayaran honor tenaga kesehatan PTT akan segera realisasikan karena sudah ada perintah yang turun dari Kepala Daerah,” kata Agus Logo
Page: 1 2
Ia menegaskan, salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pemerintah pusat adalah kemampuan pemerintah daerah…
Menurut Fakhiri, seluruh kebutuhan dapur MBG ke depan harus dipasok dari hasil pertanian, perikanan, dan…
Menurut Andry, pertumbuhan ekonomi Papua saat ini menunjukkan penguatan aktivitas domestik yang semakin baik. Dari…
Penarikan retribusi parkir di kawasan Pasar Otonom Youtefa yang dilakukan hingga malam, bahkan dini hari…
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura optimistis menjadi pusat rujukan layanan kesehatan di kawasan Pasifik…
Rencana Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, untuk membentuk staf khusus adat yang melibatkan para…