

Nikolaus Kondomo, SH, MH (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA–Pj Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo, SH, MH menegaskan, negara tak boleh kalah dengan kelompok tertentu. Harus bersatu untuk menindak segala ancaman yang ada dalam wilayah ini, sebab NKRI itu sudah final.
Kondomo menegaskan kepada TNI/Polri untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan, sebab siapapun orangnya yang ingin mengacaukan NKRI, harus diberantas.
“Harus ada saling koordinasi untuk memberantas organisasi yang menyimpang, dan memberantas kejahatan di wilayah Papua Pegunungan karena itu bertentangan dengan ajaran agama dan juga hukum dan kedaulatan dari NKRI,”ungkapnya Kamis (13/7) kemarin.
Ia menjelaskan, negara harus kuat, segala bentuk organisasi yang bertentangan dengan negara harus dilawan dan diberantas, karena ini bertentangan dengan konstitusi NKRI. Negara ini terus berusaha melakukan pembagunan untuk masyarakat, lewat sarana dan prasarana yang baik, demi kesejahteraan masyarakat.
“Kalau ada kelompok yang tidak senang atau kelompok yang memiliki kepentingan tertentu yang bertentangangan dengan negara, maka kiuta harus kuat untuk melawan dan membasmi mereka,”beber mantan Kejati Papua.
Gubernur juga menegaskan, tak boleh lagi ada negara dalam negara lagi, namun mari bersama –sama untuk membangun bangsa dan negara secara bersama –sama, siapa lagi kalau bukan masyarakat sendiri yang melakukan pembangunan itu.(jo/tho)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…