Categories: PEGUNUNGAN

Soal Larangan Mudik, Pemkab Jayawijaya Sesuaikan Kebutuhan

Maskapai Penerbangan Trigana Air  Service yang mengoperasikan pesawat ATR 72 Seri 500 di Wamena. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Rencana pemerintah pusat untuk menutup penerbangan sejak 6 Mei sampai dengan 17 Mei mendatang, belum diketahui apa akan sampai di wilayah kabupaten atau tidak. Pasalnya seperti Kabupaten Jayawijaya transportasi masuk keluar Kabupaten penerbangan merupakan pilihan utama masyarakat, karena jalur darat belum memadai. Oleh karena itu aviasi penerbangan menunggu petunjuk dari pemerintah daerah.

   Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri kepada Cenderawasih Pos mengakui jika pihaknya belum bisa menyikapi rencana dari pemerintah pusat untuk tidak mengangkut penumpang pada waktu yang sudah ditentukan karena pandemi Covid -19, sebelum ada peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah juga.

   “Kita belum bisa menyikapi masalah itu, apabila Pemda Jayawijaya belum mengeluarkan peraturan untuk masalah penerbangan di Jayawijaya ini. Kita juga belum tahu apakah larangan mudik ini berlaku untuk penerbangan dengan rute Sentani Wamena atau tidak, kita tunggu informasi dari pemerintah daerah saja seperti apa,”jelasnya ungkapnya Selasa (13/4) kemarin.

    Kata Michael, memang jalan darat sudah tembus, namun belum lancar. Sementara untuk larangan mudik ini pihaknya juga tidak bisa mengabil keputusan sepihak. “Kalau Pemda dan Kepala Bandara mengeluarkan statement seperti pemerintah pusat, maka pasti kita sebagai aviasi akan mengikuti, oleh karena itu kita tidak bisa mengambil kesimpulan sendiri, sebab penerbangan ini menyangkut pelayanan masyarakat Lapago,”Katanya.

    Secara terpisah Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengaku akan melihat kembali situasi yang berkembang ini. “Kita lihat kembali kalau memang aturan ini harus diikuti maka kita juga harus melihat situasi emergency, apabila sewaktu -waktu ada masalah emergency maka mungkin harus kita buka kembali akses penerbangan,” bebernya.

  Rencana penutupan penerbangan ini hanya untuk mudik sehingga akses untuk keluar tetap dibuka, tetapi akses untuk masuk mungkin ini yang harus dipertimbangkan kembali. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan aviasi yang ada agar apabila ada situasi emergency akses itu bisa jalan.

   “Intinya  kita akan lihat kembali dan sesuaikan dengan kebutuhan di daerah, khususnya di Jayawijaya. Sebab Bandara Wamena ini pintu masuk ke wilayah Lapago, artinya tidak hanya warga di Jayawijaya saja yang menggunakan akses ini tetapi juga warga dari Kabupaten pemekaran,”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

2 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

3 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

4 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

5 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

6 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

7 hours ago