

Pj Gubernur Papua Pegunungan Dr. Velix V WanggaiS.IP. M.P.A bersama Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH. MH dan OPD Pemprov Papua Pegunungan melakukan pertemuan di kantor Gubernur Papua Pegunungan Selasa (11/3) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Pemprov Papua Pegunungan memastikan akan melakukan koordinasi lagi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk satuan harga yang akan digunakan untuk impelementasi Program Makanan Bergizi (PMB) khususnya di 8 Kabupaten karena ada otoritas dari pemerintah pusat yang akan memilih menu yang disajikan.
Pj Gubernur Papua Pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, MPA menyatakan untuk biaya yang dikeluarkan tentunya ini berbeda dengan biaya yang digunakan di pulau jawa, contoh untuk kebutuhan beras saja khususnyang premium perkilogram sudah mencapai Rp 25.000, sehingga pasti harganya juga berfariasi sesuai dengan kebutuhan di Papua Pegunungan.
“Pada intinya kami pemprov Papua Pegunungan siap untuk menginisiasikan program nasional ini kepada 8 Kabupaten, sehingga perlu dilihat kesiapan pelaksanaan, dari sisi managemennya , pendataan siswa dari sekolah dan bagaimana cara penyajian yang diberikan, sehingga soal biaya ini yang perlu kita koordinasikan ,”ungkapnya di Kantor Gubernur Papua Pegunungan Selasa (11/3) kemarin.
Menurutnya, selain Kabupaten Jayawijaya yang sudah melakukan ujicoba, juga ada kabupaten Yahukimo yang melakukan hal yang sama, sehingga pemprov saat ini fokus terhadap program ini dengan efisiensi anggaran di tingkat nasional dan alokasi itu akan diberikan kepada Program Makanan Bergizi sehingga Papua PEgunungan akan mendapat alokasi prioritas.
Velix juga mengaku kedatangan Bupati Jayawijaya ke Kantor Gubernur Papua Pegunungan merupakan konsulidasi awal sejak beliau dilantik 20 Februari lalu, kemudian juga melakukan konsulidasi agenda strategis bersama antara pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
” Bagi kami pemprov Papua Pegunungan melihat Jayawijaya adalah ibukota Provinsi yang memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, regional pendidikan, kesehatan, pusat koneksifitas transportasi , ekonomi, pertemuan lintas masyarakat sehingga sangat penting kami melakukan konsulidasi dengan pemkab Jayawijaya,” katanya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…