Categories: PEGUNUNGAN

Bangun Ruko Terbakar, Gapensi Terkendala

Puing-puing Ruko yang sebagian besar belum dihitung konsultan sehingga menjadi kendala bagi pengusaha Papua untuk memulai pekerjaan karena dilema bangunan ruko harus dihancurkan atau diperbaiki. ( FOTO: Denny/Cepos )

WAMENA – Gabungan Pelaksana Konstruksi  Nasional Indonesia (Gapensi) Jayawijaya masih mengalami kendala dalam pembangunan kembali ruko yang terbakar pada saat kerusuhan 23 September lalu yang dipercayakan oleh Presiden RI lewat Kementerian PUPR, lantaran adanya keterlambatan perhitungan yang dilakukan oleh Konsultan.

   Ketua Gapensi Jayawijaya Freed Hubi mengakui jika, hingga saat ini konsultan yang dipercayakan baru menghitung 50 puing bangunan dan itu pun untuk produk yang dihitung juga belum diserahkan kepada Gapensi Jayawijaya, tetapi untuk menjaga kepercayaan pemerintah yang telah diberikan kepada pengusaha Asli Papua di Jayawijaya maka untuk pelaksanaan pembersihan telah dilakukan 80 persen.

   “Sementara ini dari 10  hingga 20 ruko kini mulai masuk dalam tahapan pembangunan, namun masalah perhitungan ini yang dilakukan konsultan ini yang menjadi kendala dalam membangun ruko ini,”ungkapnya Sabtu (11/1) kemarin.

   Ia menyatakan, perhitungan dari konsultan ini sangat dibutuhkan karena pihaknya belum tahu apakah bangunan bekar terbakar itu akan dirobohkan atau tidak, dikarenakan bangunan yang habis terbakar itu masa jenis dari beton itu akan menurun, sehingga kalau hanya dilakukan perbaikan semata maka kemungkinan kalau ada gempa bisa ambruk kembali.

    Untuk memulai pekerjaan ini, Kata Freed, Gapeni membutuhkan kepastian dari Konsultan dan balai untuk perhitungan bangunan yang harus dirobohkan dan yang harus dilakukan perbaikan, sehingga Gapensi meminta RAP dan gambar yang menjadi produk perhitungan konsultan sehingga bisa segera direalisasikan dalam pemangunan.

  Ditempat yang sama Koordinator Kelompok II Pengusaha Papua, Anton Wetipo mengakui kendala yang dihadapi pengusaha lokal itu rata –rata sama yakni tak memiliki Modal, namun arahan dari ketua gapensi yang untuk menggunakan modal sendiri untuk mengerjakan rumah tersebut.

  “kami masih menunggu kepastian dari konsultan untuk perhitungan bangunan yang akan diperbaiki mulai dari sebagian di pasar misi (Wouma), daerah Jalan SD Percobaan dan jalan Patimura Wamena ini yang menjadi wilayah Kerja kelompok II,”beber Anton. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

14 minutes ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

6 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

11 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

12 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

15 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

17 hours ago