Categories: PEGUNUNGAN

Jelang Pilkada, Tokoh Adat Diminta Tidak Perkeruh Situasi

JAYAPURA – Koalisi Pimpinan Partai Kabupaten Pegunungan Bintang Bersatu meminta agar tokoh adat untuk tidak membuat pernyataan yang sifatnya menyerang bakal calon bupati dan wakil bupati Pegunungan Bintang jelang Pilkada saat ini. Tokoh adat diminta bersikap lebih netral supaya tidak memperkeruh situasi dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Koalisi Pimpinan Partai Politik Kabupaten Pegunungan Bintang Bersatu saat melakukan jumpa Pers, Rabu (8/7).( FOTO:  Noel/Cepos)

   Ketua DPD  NasDem Pegubin  Denius T Uopmabin S.HI mengatakan bahwa koalisi partai politik gabungan Kabupaten Pegunungan Bintang   sudah melakukan tahapan seleksi semua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Kini, rekomendasi hasil seleksi ini  merupakan kewenangan pengurus partai di pusat. 

   “Seluruh calon bupati dan wakil bupati silahkan melakukan lobi di pusat karena semua kewenangan ada di pusat,  kami akan tunggu keputusan dari masing-masing partai untuk rekomendasi diberikan kepada siapa dan kami siap mengikuti arahan partai,” ungkap Denius menanggapi pernyatan tokoh adat yang mengaku kecewa terhadap kinerja Bupati petahana Pegubin dan meminta partai politik agar memilih calon lain di media sosial, di Jayapura, Rabu, (8/7).

   Menurutnya, soal pembangunan di wilayah kabupaten, Denius selaku Ketua DPRD menilai hingga saat ini proses pembangunan sudah berjalan baik, meski ada kendala karena letak geografis yang sulit dijangkau.

  Anggota DPRP dari Partai Demokrat  Terius Mul menilai seharusnya tokoh adat/kepala suku pada saat menjelang Pilkada ini tidak memberikan pernyataan yang menyerang salah satu kandidat atau pernyataan bermuatan politis.   

  “Saya juga sebagai anggota DPR Papua bersama tokoh adat, kita harusnya mengambil sikap netral apalagi jelang Pilkada, karena hal ini bisa menimbulkan konflik di antara masyarakat dengan persepsi yang berbeda,” kata Bupati.

  Mewakili Partai NasDem, Lester Apintamon juga menyampaikan hal senada agar tokoh adat mengambil sikap netral dalam menyampaikan pernyataan di media ataupun kepada masyarakat di tempat umum jelang Pilkada saat ini. “Seharusnya keturunan adat harus bersikap netral dan tidak menyerang salah satu calon kandidat apalagi jelang Pilkada saat ini,” katanya.

   Tonce Napyal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menambahkan jelang Pilkada saat ini masyarakat dan seluruh tokoh adat diharapkan untuk memberikan informasi yang membangun dan menjaga netralitas, tidak menyerang salah satu calon tertentu yang bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

  “Pilkada ini adalah milik kita bersama, maka kita harus menjaga agar kabupaten kita tidak terjadi konflik maka masyarakat tokoh adat gereja dan pemerintah Kami harapkan untuk menjaga tensi politik dengan tidak menyampaikan perkataan yang saling menyerang antar calon atau pendukung,” katanya. (oel/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dikepung Tim Gabungan, Empat Anggota KKB Yahukimo Tewas

Jadi aparat mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya kelompok Batalyon Eden…

4 hours ago

Waspadai Ancaman Ganda El Nino

Bayangkan saja jika satu kota dilanda cuaca ekstrim seperti hujan es selama berbulan-bulan dan tak…

5 hours ago

Alfredo Yakin Mengembalikan Persipura ke Liga 1

Direktur Sepakbola Persipura, Alfredo Vera, menegaskan bahwa siapapun yang datang menukangi Persipura pasti memiliki beban.…

6 hours ago

Daerah Rawan Siap Dipasang CCTV

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik CCTV yang…

7 hours ago

Butuh Kolaborasi Untuk Tangani Korban Kebakaran

-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta adanya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota…

7 hours ago

Buron 2 Tahun, Mantan Bupati Minahasa Utara Dibekuk di Timika

Putu mengatakan, VA ditangkap di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika, Papua Tengah, Minggu, 30 Agustus…

8 hours ago