

WAMENA-Kepala Puskesmas Wamena Kota dr Lorina menungkapkan bahwa tidak semua pasien yang datang ke Puskesmas Wamena dilakukan Rapid Test. Sebab, stok Rapid Test terbatas, sehingga yang menunjukkan gejala atau dicurigai terpapar Corona saja yang dilakukan Rapid Test.
“Kalau kami punya alat rapid test yang banyak dari pemerintah, maka kami akan rapid semua masyarakat yang datang berobat di Puskesmas Wamena Kota untuk tes Covid -19 tapi kenyataan kami di Puskesmas Wamena Kota hanya diberikan alat rapid Tes 50 buah,”ungkapnya dr Lorina, Jumat (8/5) kemarin.
Menurutnya, 50 alat rapid ini, apabila terpakai harus dilaporkan, begitu juga kalau habis terpakai mungkin akan diberikan lagi. Hanya saja ia menginginkan semua masyarakat di Kota Wamena ini bisa di-rapid apakah ada yang positif atau yang biasa dikatakan Orang Tanpa Gejala.
Sementara itu dr Lorina juga menegaskan jika dari pemeriksaan Rapid terhadap awak media di Jayawijaya semuanya menunjukan Non Reaktif atau untuk pemerikaan covidnya negative. “Mereka perlu melakukan pemeriksaan ini, karena dilihat dari pekerjaannya beresiko untuk tertular, namun dalam inisiatif mereka dalam melakukan rapid tes mandiri menuai hasil yang baik karena tidak ada yang positif.”tuturnya. (jo/tri)
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…
Saat kapal dalam perjalanan menuju Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…