

WAMENA-Kepala Puskesmas Wamena Kota dr Lorina menungkapkan bahwa tidak semua pasien yang datang ke Puskesmas Wamena dilakukan Rapid Test. Sebab, stok Rapid Test terbatas, sehingga yang menunjukkan gejala atau dicurigai terpapar Corona saja yang dilakukan Rapid Test.
“Kalau kami punya alat rapid test yang banyak dari pemerintah, maka kami akan rapid semua masyarakat yang datang berobat di Puskesmas Wamena Kota untuk tes Covid -19 tapi kenyataan kami di Puskesmas Wamena Kota hanya diberikan alat rapid Tes 50 buah,”ungkapnya dr Lorina, Jumat (8/5) kemarin.
Menurutnya, 50 alat rapid ini, apabila terpakai harus dilaporkan, begitu juga kalau habis terpakai mungkin akan diberikan lagi. Hanya saja ia menginginkan semua masyarakat di Kota Wamena ini bisa di-rapid apakah ada yang positif atau yang biasa dikatakan Orang Tanpa Gejala.
Sementara itu dr Lorina juga menegaskan jika dari pemeriksaan Rapid terhadap awak media di Jayawijaya semuanya menunjukan Non Reaktif atau untuk pemerikaan covidnya negative. “Mereka perlu melakukan pemeriksaan ini, karena dilihat dari pekerjaannya beresiko untuk tertular, namun dalam inisiatif mereka dalam melakukan rapid tes mandiri menuai hasil yang baik karena tidak ada yang positif.”tuturnya. (jo/tri)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…