

WAMENA- Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Nakerindag) Jayawijaya Arisman Chaniago mengungkapkan bahwa sejumlah pedagang sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Jayawijaya, masih takut mendatangkan komoditas dari luar Jayawijaya dalam jumlah besar, akibat rendahnya daya beli di masyarakat pasca pademi Corona. Termasuk pembatasan aktifitas yang hanya sampai pukul 12.00 WIT.
“Daya beli masyarakat kurang makanya sekarang pedagang takut mendatangkan barang dalam jumlah yang banyak. Tetapi untuk kebutuhan ketahanan stok untuk masa Covid-19 itu teratasi dengan baik,” ungkapnya Sabtu (2/5) kemarin.
Ia menyatakan, beberapa hari lalu masyarakat Jayawijaya sempat kesulitan untuk mendapatkan komoditas telur ayam, bawang dan rica. Namun untuk saat ini stok mulai lancar lantaran pasokan dari luar Papua sudah masuk ke Jayapura, sehingga pasaran di Jayawijaya juga bisa terpenuhi permintaan masyarakat.
Menurut Arisman Komoditas-komoditas yang mengalami kelangkaan itu disuplai dari luar Jayawijaya, termasuk kebutuhan sayur-mayur, dengan menggunakan penerbangan, artinya kalau di Jayapura stoknya sudah ada, maka pastinya akan dipasok ke Jayawijaya.
“Untuk sayur lokal itukan tidak mampu memenuhi permintaan masyarakat, sehingga kita datangkan dari luar Jayawijaya juga agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Kabid Perdagangan Disnakerindag.
Ia memastikan sejumlah pasar rakyat di Jayawijaya, seperti Pasar Jibama, Potikelek, Sinakma dan Wouma beroperasi seperti biasa, walau daya beli tidak seperti hari-hari normal sebelum adanya corona, namun pedagang masih terus berjualan seperti biasa.(jo/tri)
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda…