Sementara itu, perwakilan masyarakat Kampung Kiworo menyampaikan bahwa aksi pemalangan dilakukan karena adanya ketidakpuasan terkait penyelesaian ganti rugi tanah Bandara Kimaam yang dinilai tidak tepat sasaran dan tidak adil.
Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh berbagai pihak, termasuk tokoh adat dan Ketua LMA Pulau Kimaam, yang meluruskan sejarah kepemilikan tanah adat serta meminta agar Bandara Kimaam kembali dibuka demi kepentingan masyarakat luas.
Hasil pertemuan menyepakati bahwa sasi dan pemalangan Bandara Kimaam dibuka. Sekitar pukul 12.00 WIT, Pemerintah Distrik Kimaam bersama Kapolsek Kimaam, Koramil, Pos Satgas 123 Kimaam, serta elemen masyarakat secara bersama-sama membuka sasi dan pemalangan tersebut. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…