

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keamanan dan Kemaritiman Mayor Jenderal Mar (Purn) Buyung Lalana saat meninjau gudang beras Bulog Merauke, Rabu (21/10). ( FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Merauke yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional di bagian Timur Indonesia khususnya Papua telah mampu untuk mensuplay kebutuhan atau jatah seluruh ASN dan TNI-Polri yang ada di Papua dan Papua Barat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke Ir. Rata Lauce, M.Si mengungkapkan bahwa potensi lahan pertanian di Merauke khusus untuk beras sangat besar. Produksinya setiap tahunnya juga terus bertambah.
“Kemampuan kita adalah yang terluas di Papua menghasilkan beras. Kita bisa mensuplai beras ini ke seluruh Papua. Bahkan kita sudah bisa memenuhi kebutuhan seluruh ASN yang ada di Provinsi Papua,” kata Ratna Lauce, kemarin.
Namun untuk memenuhi kebutuhan beras baik ASN, TNI-Polri dan seluruh penduduk Papua dan Papua Barat, jelas Ratna, masih dibutuhkan lahan baru 163.000 hektar serta panen ditingkatkan dari sebelumnya 2 kali menjadi 3 kali setiap tahunnya.
Ratna juga menjelaskan bahwa dari luas lahan pertanian di Kabupaten Merauke yakni 1,2 juta hektar, existing yang digunakan sampai sekarang baru mencapai 155.000 hektar. “Kita juga terus mempromosikan pertanian yang terintegrasi yang rencananya akan dilaunching dalam waktu dekat ini,” kata Ratna.
Pertanian yang terintegrasi ini tidak hanya untuk pertanian di bidang padi tapi dapat digunakan untuk peternakan, perikanan dan perkebunan. (ulo/tri)
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…