

MERAUKE-Mahasiswa asal Kabupaten Merauke khususnya anak-anak asli Papua yang ada di kota Studi Makassar mulai tidak merasa aman dan terancam paskah kejadian Wamena.
Ketua DPRD Kabupaten Merauke FX Sirfefa, SIP, kepada wartawan mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi secara langsung oleh ketua asrama mahasiswa asal Kabupaten Merauke yang ada di Makassar terkait dengan keamanan mereka tersebut.
“Mereka mengadukan terkait dengan keamanan mereka. Anak-anak disana merasa terancam. Karena kondisi itu mulai pecah kemarin dan dhasyatnya itu saat ada demo di Wamena. Sampai 2 bulan mereka meresa tidak aman. dan 4 hari terakhir ini mereka merasa tegang dan tidak bisa beraktivitas lagi. Mau pergi kuliah tidak bisa. Mau malam atau siang, mereka tidak bisa keluar lagi. hanya tinggal di asrama dan kos-kosan mereka. Jumlah mahasiswa asli Papua dari Merauke itu ada 16 orang. Mereka merasa terancam,’’ katanya kepada wartawan, Jumat (27/9) .
Menurut Sirfefa, karena merasa terancam tersebut, sehingga Polisi harus menjaga asrama mereka. ‘’Karena mereka diteror. Ada orang yang datang ke asrama untuk sengaja mau memancing situasi,’’ jelasnya
Sirfefa menjelaskan, dari komunikasi dengan ketua asrama mahasiswa di Makassar tersebut meminta pemerintah daerah untuk segera menyikapi situasi yang dialami oleh anak-anak asrama tersebut. ‘’Mereka minta apakah dipulangkan ke Merauke atau seperti apa. Itu permintaan dari adik-adik mahasiswa yang ada di Makassar tersebut,’’ jelasnya.
Karena itu, lanjut Sirfefa, dalam rangka keamanan adik-adik mahasiswa yang ada di Makassar tersebut, maka pemerintah daerah bersama dewan perlu menyikapi persoalan ini secara serius. “Saya rencana akan berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah untuk bagaimana kita mencarikan solusi atas permasalahan ini,’’ tandasnya.
Sirfefa menjelaskan, sebenarnnya mahasiswa asal Merauke di Makassar tersebut tidak tahu menahu persoalan. Hanya kena imbas dari apa yang terjadi di Wamena, dimana mahasiswa asal Merauke asli Papua tersebut hitam keriting sehingga disamaratakan semua. Padahal, lanjut dia, hubungan keharmonisan orang Papua, orang Marind di Merauke dengan suku-suku lainnya terutama orang Sulawesi, Jawa dan orang lainnya yang tinggal di Merauke sangat harmonis.
“Selaku ketua DPRD Merauke, saya tidak mau hal-hal seperti ini bisa menimbulkan konflik, karena ada yang terprovokasi sehingga terjadi terjadi gesekan. hal-hal seperti ini tidak kami inginkan. Saya minta Pemerintah Daerah untuk segera membentuk tim untuk segera melakukan investigasi atau mengunjungi adik-adik mahasiswa yang ada di Makassar tersebut,’’ tandasnya. (ulo/tri)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…