Categories: MERAUKE

Mahasiswa Merauke di Makassar Merasa Terancam

Fransiskus Xaverius Sirfefa, SIP (FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Mahasiswa  asal Kabupaten  Merauke khususnya   anak-anak asli Papua  yang ada di kota Studi   Makassar mulai  tidak merasa aman  dan terancam paskah kejadian  Wamena.   

  Ketua DPRD Kabupaten Merauke  FX Sirfefa, SIP,  kepada   wartawan mengungkapkan  bahwa  dirinya dihubungi secara langsung   oleh  ketua asrama mahasiswa   asal  Kabupaten Merauke yang ada di  Makassar  terkait  dengan  keamanan  mereka tersebut. 

  “Mereka mengadukan terkait dengan keamanan  mereka. Anak-anak disana merasa   terancam. Karena kondisi   itu  mulai   pecah kemarin dan  dhasyatnya itu  saat ada demo  di Wamena.  Sampai 2 bulan mereka  meresa tidak aman. dan 4 hari terakhir ini  mereka  merasa tegang dan tidak bisa beraktivitas  lagi. Mau pergi kuliah  tidak bisa. Mau malam atau siang, mereka tidak bisa keluar lagi. hanya tinggal di asrama     dan kos-kosan  mereka. Jumlah  mahasiswa asli Papua dari Merauke  itu ada 16 orang. Mereka merasa terancam,’’ katanya kepada wartawan, Jumat (27/9) . 

    Menurut    Sirfefa, karena merasa terancam tersebut, sehingga Polisi harus  menjaga asrama mereka.  ‘’Karena mereka  diteror. Ada   orang yang datang ke asrama  untuk sengaja mau memancing situasi,’’ jelasnya

    Sirfefa menjelaskan, dari komunikasi dengan ketua asrama mahasiswa   di Makassar  tersebut meminta  pemerintah  daerah untuk segera menyikapi situasi yang  dialami  oleh anak-anak asrama tersebut.   ‘’Mereka minta   apakah dipulangkan ke  Merauke atau seperti  apa. Itu permintaan dari adik-adik mahasiswa yang ada di Makassar tersebut,’’ jelasnya.     

    Karena itu, lanjut   Sirfefa, dalam rangka keamanan  adik-adik mahasiswa yang ada di   Makassar  tersebut,  maka pemerintah   daerah bersama  dewan perlu menyikapi persoalan  ini secara serius.  “Saya rencana akan berkomunikasi  langsung dengan pemerintah daerah untuk bagaimana kita mencarikan solusi atas  permasalahan ini,’’   tandasnya.  

  Sirfefa menjelaskan, sebenarnnya  mahasiswa  asal  Merauke di Makassar tersebut tidak  tahu menahu   persoalan. Hanya kena imbas dari apa yang terjadi di Wamena, dimana mahasiswa asal Merauke  asli Papua   tersebut hitam keriting sehingga disamaratakan semua. Padahal, lanjut dia, hubungan  keharmonisan  orang Papua, orang Marind di Merauke dengan suku-suku lainnya  terutama orang Sulawesi, Jawa dan orang lainnya yang  tinggal di Merauke sangat  harmonis. 

  “Selaku ketua DPRD Merauke, saya tidak mau  hal-hal seperti ini  bisa menimbulkan  konflik, karena ada   yang terprovokasi sehingga terjadi  terjadi gesekan. hal-hal seperti ini tidak kami  inginkan. Saya minta  Pemerintah Daerah untuk segera membentuk  tim  untuk segera melakukan investigasi  atau mengunjungi   adik-adik mahasiswa yang ada di  Makassar tersebut,’’   tandasnya. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

18 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

19 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

20 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

21 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

21 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

22 hours ago