

Kajari Merauke, Radot Parulian, SH, MH saat menyerahkan barang bukti perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap kepada PT Pos Indonesia Cabang Merauke untuk dikembalikan ke pemiliknya, Minggu lalu. (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke memiliki program Antis yakni barang bukti yang dikembalikan kepada pemiliknya atau saksi sesuai dengan putusan pengadilan. Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Radot Parulian, SH, MH mengungkapkan, dalam hal mengembalikan barang bukti yang keputusannya sudah berkekuatan hukum tetap, pihaknya telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia Merauke.
‘’Kami telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia Cabang Merauke untuk mengembalikan barang bukti suatu perkara kepada pemiliknya atau saksi korban sesuai dengan perintah pengadilan,’’ tandas Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Radot Parulian, di Kantor Kejaksaan Negeri Merauke, Minggu lalu.
Menurutnya, barang bukti yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap tersebut dikembalikan ke alamat dari pemiliknya atau saksi korban. ‘’Selama ini, barang bukti yang dikembalikan sesuai putusan pengadilan, kebanyakan berada dalam kota Merauke,’’ jelasnya.
Kalaupun ada barang bukti yang pemiliknya atau saksi korban ada di luar Kota Merauke, tetap dikembalikan dengan bantuan dari Kantor Pos Indonesia Cabang Merauke tersebut.
‘’Kalau yang di pedalaman biasanya pada saat putusan, hakim mengeluarkan segera dikembalikan. Bisa langsung kembalikan. Misalnya, dari Asmat kalau ada barang buktinya diperintah dikembalikan maka kita dikembalikan langsung,’’tambahnya. (ulo/tho)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…