

277 CPNS Formasi 2018 yang selesai mengikuti prajabatan, kemarin. Mereka dituntut menguasai teknologi karena saat ini dalam bekerja lebih banyak menggunakan aplikasi. (FOTO: Sulo/cepos)
MERAUKE-Sebanyak 190 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke yang sebenarnya tidak lulus Seleksi Nasional (Seleknas) formasi 2018 lalu namun diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten Merauke di bawah pemerintahan Frederikus Gebze lulus CPNS boleh bernapas lega. Pasalnya, 190 orang tersebut akan segera mendapatkan Nomor Induk Kepegawaian (NIK).
Saat menutup Prajabatan Golongan II dan III formasi 2018, Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, mengungkapkan bahwa 190 orang tersebut akan segera menerima NIP sebelum bulan Desember 2021. Dikatakan, bupati bahwa 190 orang yang diumumkan lulus tersebut yang sebenarnya tidak lulus seleksi nasional boleh mendapatkan NIP setelah melalui perjuangan yang panjang di pusat terutama di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Selain 190 orang yang tidak lulus tersebut menjadi lulus, juga akan ditambah dengan 190 orang yang sebenarnya lulus Seleknas pada saat itu, namun tidak diumumkan sebagai peserta yang lulus karena ditutupi oleh 190 orang yang tidak lulus menjadi lulus.
“Jadi yang 190 orang yang lulus itu sudah ada NIP, sehingga totalnya nanti yang akan mendapatkan NIP sebanyak 380 orang,” tandas bupati, Senin (25/10).
Sementara itu, terkait dengan prajabatan yang telah dilakukan terhadap CPNS 277 golongan II dan III Formasi 2018 tersebut, Bupati Romanus mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin mengulang apa yang sudah diperoleh selama prajabatan dan tidak ingin menjelaskan kebiasaan-kebiasaan dari ASN yang biasanya pemalas, menganggap remeh segala persoalan dan selalu mencari enak kalau ada perjalanan dinas, mau mendapatkan honor yang lebih besar dan sebagainya yang saat kerja nol.
Menurut Bupati Romanus Mbaraka, jika pada saat dirinya mengikuti prajabatan masih lebih banyak dilatih dengan fisik dan mental, namun berbeda dengan sekarang yang lebih banyak menggunakan aplikasi dalam bekerja. Sehingga yang harus dilakukan oleh setiap Aparatur Sipil Negara saat ini adalah menguasai tehnologi. “Jadi life skillnya harus baik,” tandasnya. (ulo/tri)
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…
Pemusnahan kali ini menyasar material sitaan dari 52 perkara tindak pidana umum dengan volume mencapai…