

MERAUKE-Sebanyak 23 warga yang menjalani rapid test di Pasar Wamanggu dan Pelabuhan Merauke yang reaktif akan menjalani swab 2 kali untuk menentukan apakah positif atau negatif. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang juga juru bicara Covid-19 dr. Nevile R. Muskita mengungkapkan bahwa warga yang hasil rapid tesnya tersebut reaktif akan menjalani swab 2 kali.
Karena itu, lanjut Nevile Muskita, pihaknya masih menunggu hasil swab 2 kali dari 23 orang yang reaktif rapid test tersebut. ‘’Untuk 23 warga yang hasil rapid testnya reaktif tersebut belum kita terima hasilnya seperti apa karena pemeriksaannya harus 2 kali swab,’’ jelasnya.
Saat ini, ke-23 warga yang reaktif tersebut saat ini sedang menjalani karantina di Hotel Asmat Merauke. Ke-23 orang yang reaktif tersebut masuk dalam ODP. Kendati begitu, Kamis (25/6), jumlah ODP di Merauke mengalami penurunan menjadi 48 orang.
Sebagaimana diketahui bahwa dari 16 warga Merauke yang positif Covid-19, semuanya telah sembuh setelah menjalani perawatan di RSUD Merauke. Sehingga dalam satu minggu terakhir ini tidak ada lagi pasien Covid-19 maupun pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Merauke. Kendati tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat, namun Merauke belum masuk dalam zona hijau. Karena masih butuh 7 hari lagi kedepan, jika tidak ada lagi tambahan pasien positif Covid-19 barulah Merauke kembali ke zona hijau. (ulo/tri)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa mekanisme tersebut dirancang agar pencairan hak pensiun dapat…
Aurellia Wijaya menggunakan cara sederhana untuk menguasai bahasa Mandarin setelah kuliah di Taiwan. Mahasiswi asal…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…