

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan wakil gubernur Paskalis Imadawa didampingi Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu dan kepala BP3OKP Papua Selatan Yoseph Yanawo Yolmen beraudiensi dengan Uskup Agats, Mgr Aloysius Murwito, OSC, di Kantor Uskup Agats, Minggu (23/3) malam.(foto: Sulo/Cepos)
ASMAT– Setelah mangkrak sekitar 10 tahun, Keuskupan Agats akhirnya kembali melanjutkan pembangunan Katedral Agats. Kelanjutan pembangunan Katedral Agats ini disampaikan Uskup Agats Mgr Aloysius Muwito, SOC saat beraudiensi dengan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo di Kantor Keuskupan Agats, Minggu (23/3) malam.
Dalam audiensi itu, hadir pula wakil gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan Damianus Katayu dan Kepala BP3OKP Yoseph Yanawo Yolmen.
Uskup menjelaskan, bahwa sesuai perencanaan pembangunan Katedral ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 23 miliar. Sementara yang sudah terealisasi untuk pondasi lewat pemancangan tiang beton sekitar Rp 6 miliar.
Bangunan Katedral baru ini akan memiliki luas 60 meter x 23 meter dengan tetap mempertahankan desain gereja kecuali bagian interior dalam gereja yang berbeda dengan gereja lama.
Dikatakan, pembangunan Katedral baru ini karena bangunan lama tidak lagi presentatif apalagi sudah termakan usia dengan umur diatas 50 tahun.
Selain pembangunan gereja Katedral tersebut, pihak Keuskupan Agats juga memaparkan sejumlah pelayanan sosial yang dilakukan Keuskupan baik di bidang pendidikan, kesehatan dan budaya.
Di bidang pendidikan, Keuskupan Agats melalui YPPK Yansmit mengelola 28 sekolah dan 2 sekolah MoU. Dimana sebagian besar anak-anak di didik dari sekitar 5.000 siswa adalah anak orang asli Papua dengan jumlah sekitar 300 tenaga guru.
Dalam hal operasional sekolah selama ini, diakui pihak keuskupan bahwa selama ini bantuan dari provinsi dan Kabupaten masih sangat tinggi. Sekitar 60-70 persen mengandalkan bantuan dari pemerintah. Ini terjadi karena kondisi ekonomi dari orang tua siswa tersebut dibawah rata-rata kurang mampu.
“Terus terang kami masih sangat mengandalkan bantuan dari pemerintah baik provinsi maupun Kabpersen, ” tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…
Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…
–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…
Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…