Categories: MERAUKE

Kapolres Perintahkan Selidiki Antrean BBM

AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum (Foto: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum, memerintahkan penyidik Reserse Kriminal Polres Merauke untuk segera melakukan penyelidikan terkait antrean kendaraan di SPBU di Merauke. Antrean kendaraan di SPBU khususnya untuk Bio Solar dan Premium tersebut terjadi hampir 1 tahun.
Bahkan untuk premium, sulit didapatkan di SPBU, tapi anehnya banyak dijual di pinggir jalan yang harganya sampai Rp 10.000 perliter. “Saya ingin apa yang sudah dicanangkan oleh pemerintah tentang subsidi ini berjalan lurus. Kalau di Jakarta lancar maka di sini (Merauke) juga harus lancar. Jangan makin jauh ke sini, masyarakat semakin susah. Tidak boleh,” tandas Kapolres Untug Sangaji.
Apalagi lanjut Kapolres, jika BBM subsidi tersebut ada oknum yang mainkan atau dijual ke perusahaan-perusahaan. “Itu tidak boleh. Saya sudah perintahkan anggota untuk segera menyelidiki masalah ini,” katanya.
Kemudian buku logistik mereka tentang datang dan pergi logistik minyak disitu. Embarkasi minyak disitu seperti apa. “Secara khusus, saya akan dukung masyarakat, supaya jangan sampai salah. Kita akan coba tutup. Kalau tidak bisa jual sama-sama maka kita tutup sekalian. Ada orang yang bisa urus pompa bensin kok. Kasihan masyarakat,” tandas Kapolres.
Sekadar diketahui bahwa antrean BBM Solar terjadi di pertengahan 2019 dan berlanjut di awal tahun 2020 sampai sekarang. Begitu juga untuk premium mengalami kelangkaan sejak pertengahan tahun 2019 lalu sampai sekarang.
Bahkan untuk premium tersebut, dari 3 SPBU yang ada, premium tersebut hampir hilang dari SPBU. Karena jualnya bukan lagi tiap hari tapi selang seling. Kalaupun jual tidak sampai sehari sudah habis. Meski kesulitan memperoleh premium di SPBU tapi anehnya, banyak dijual di pinggir jalan yang harganya sudah sampai Rp 10.000 per liter.
Padahal, premium yang disubsidi pemerintah tersebut bukan seperti barang lain yang diserahkan ke mekanisme pasar, tapi harus dengan pengawasan pemerintah daerah karena telah disubsidi pemerintah. Tapi faktanya masalah ini tidak dapat ditangani oleh pemerintah maupun aparat pemerintah selama ini. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Tugu Pendidikan Abepura Dipercantik

   Tugu yang menjadi salah satu penanda kawasan Abepura tersebut secara resmi diresmikan pada Selasa…

18 minutes ago

Prihatin Gempa di NTT, Wali Kota Ajak Warga Beri Dukungan Doa

   Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Abisai mengajak seluruh hadirin sejenak menghentikan aktivitas…

1 hour ago

Bikin Rusuh, BEM Uncen Ancam Blokade Kampus

   Situasi di dalam Auditorium Uncen mendadak panik saat kelompok demonstran menerobos masuk tanpa izin.…

2 hours ago

Jayapura Fair Libatkan 80 Persen UMKM Lokal

  Jayapura Fair yang berlangsung di Lapangan PTC Entrop, Senin (17/8) malam, menjadi bagian dari…

3 hours ago

Persipura Akan Hadapi Garudayaksa FC

Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…

4 hours ago

Pelaku Pembunuhan Wisma KM 10 Mimika Akhirnya Diringkus

Tim gabungan Polres Mimika membekuk tersangka sebelum akhirnya diterbangkan kembali ke Timika untuk menjalani proses…

5 hours ago