

MERAUKE- Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia Merauke membantah pernyataan dari Aloysus Dumatubun, SH yang menyatakan jika UTD PMI Merauke saat ini mempekerjakan orang yang tidak kompeten dalam pengambilan darah. Kepada wartawan, Kepala UTD PMI Merauke dr. Mika Betaubun membantah hal tersebut.
“Kami mau menjelaskan bahwa apa yang disampaikan tersebut tidak benar. Karena , saat ini kami telah mempekerjakan 3 lulusan D3 dan 1 lulusan S1 keperawatan untuk pengambilan darah yang semuanya memiliki kompetensi untuk itu,’’ kata Mika Betaubun didampingi Plh Ketua PMI Kabupaten Merauke Dominikus Ulukyanan, S.Pd dan Sekertaris PMI dr. Stef Osok, kemarin.
Mika Betaubun juga menjelaskan bahwa apa yang beredar di media sosial saat ini seharusnya menjadi konsumsi internal di UTD PMI Merauke. ‘’Tapi tidak tahu kenapa diekspos di media sosial,’’ jelasnya.
Sementara itu, Pjs Ketua PMI Merauke Dominikus Ulukyanan mengaku siap untuk dipanggil kepolisian untuk memberikan klarifikasi terkait dengan pengaduan yang disampaikan oleh Aloysius Dumatubun tersebut. (ulo/tri)
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…
Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…
Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…
Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…
Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…