

Salah satu dari ratusan warga binaan Lapas Merauke saat pengambilan sampel darah untuk dilakukan test HIV di Lapas Kelas IIB Merauke, Rabu, (19/1), kemarin. (FOTO: Sulo/Cepos)
Salah satu dari ratusan warga binaan Lapas Merauke saat pengambilan sampel darah untuk dilakukan test HIV di Lapas Kelas IIB Merauke, Rabu, (19/1), kemarin. (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Merauke menjalani test HIV. Test HIV ini dilakukan oleh Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke.
Kepala Sub Seksi Perawatan Lapas Merauke, Abdul Haris di sela-sela CVT tersebut menjelaskan, total penghuni Lapas Merauke saat ini sebanyak 371 orang yang terdiri dari narapidana dan tahanan.
Namun dari jumlah tersebut yang pihaknya fokuskan untuk pemeriksaan adalah warga binaan assimilasi yang sudah memiliki akses keluar masuk. ‘’Mereka ini rentan terhadap penyakit menular seksual. Jadi sekali lagi kami fokuskan pada warga binaan yang sudah assimilasi,’’ terangnya.
Dari pemeriksaan ini belum diketahui apakah ada yang positif atau tidak. Namun di tahun 2021 lalu, jelas Abdul Haris tercatat 2 orang yang ditemukan positif HIV dari pemeriksaan yang dilakukan kala itu. ‘’Tapi kedua orang yang positif itu, dua-duanya sudah menjalani masa pidananya,’’ katanya.
Abdul Haris menjelaskan, pemeriksaan HIV ini rutin dilakukan setiap tahun. Bahkan, 2 kali dilakukan setiap tahun. Hal sama disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Inge Silvia. Inge Silvia menjelaskan, pemeriksaan HIV yang rutin dilakukan ini karena mereka yang sedang menjalani pembinaan dalam Lapas ini rentan tertular penyakit menular diantaranya HIV.
Apalagi jika terjadi penyimpangan seks yang dilakukan oleh para warga binaan. ‘’Kan kita tidak tahu, misalnya ada warga binaan baru yang mungkin positif dan melakukan hal-hal yang melanggar norma di dalam, itu akan menular ke orang lain,’’ katanya.
Selvia Inge menjelaskan, dari pemeriksaan setiap tahun yang dilakukan pihaknya, tidak selamanya ada yang ditemukan positif. ‘’Tapi kalau ada yang positif, kita rahasiakan. Biasanya yang tahu, hanya yang bersangkutan, Kalapas dan bagian perawatnya,’’terangnya.
Dikatakan, tujuan pemeriksaan yang dilakukan pemeriksaan tersebut agar secara dini dapat diketahui dan dapat diberikan pengobatan ARV secepatnya, sehingga virus yang ada di dalam tubuhnya tidak cepat berkembang.(ulo/tho)
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…
Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…
Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali. Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…
Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…