Categories: MERAUKE

Belum Disalurkan, Kuota Premium 9 Juta KL Dipertanyakan

Ronny R. Manuputty (FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Persediaan premium dan dan Bio Solar untuk Depot Pertamina Merauke yang melayani Kabupaten Merauke, Mappi, Boven Digoel dan Asmat sampai saat ini masih cukup banyak.  Kepala Dinas Cabang Energi, Sumber Daya Mineral (SDM) Wilayah Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat Ronny R Manuputty, mengungkapkan bahwa sebenarnya di 2 bulan terakhir di tahun 2021 ini persediaan premium dan Solar masih sangat banyak. 

   “Kalau terjadi kelangkaan di lapangan, itu menjadi pertanyaan. Mengapa masyarakat kesulitan mendapatkan kedua jenis bahan bahar tersebut,” tandas Ronny R Manuputty, ketika ditemui di ruang kerjanya,  Kamis (18/11).

   Untuk  premium di sisa 1 bulan lebih ini, jelas  Ronny masih ada stok sekitar 27 persen dari kuota yang diberikan untuk masyarakat Papua di bagian Selatan atau masih sekitar 9 juta kiloliter.  Sementara untuk Bio Solar, jelas dia, masih ada sekitar 32 persen dari kuota  yang diberikan. 

   “Kemarin dari pihak Pertamina sampaikan bahwa jangan khawatir soal stok, karena aman. Saya pikir itu wajar karena kita punya kuota untuk premium masih ada  27 persen yang belum tersalur,” tandasnya. 

   Ronny Manuputty juga mempertanyakan soal  premium yang tidak lagi dijual di SPBU. Menurut Ronny, jika  premium atau bensin tersebut tidak lagi dijual maka menjadi pertanyaan premium tersebut lari kemana. “Itu menjadi pertanyaan kita. Stoknya dibawa kemana.  Selama ini,  Pertamina belum pernah berkoordinasi dengan  gubernur dalam hal ini Dinas ESDM. Karena perintah UU, pertamina suka tidak suka, diminta atau tidak diminta wajib  melaporkan terkait dengan kuota dan pendistribusian BBM,’’ tandasnya.

   Apalagi lanjutnya, kuota  yang ada itu telah ditetapkan oleh Menteri ESDM secara nasional.  “Ketika terjadi kosong  bagaimana dengan subsidi. Kehadiran negara dalam hal bagaimana kemandirian energi seakan-akan tidak dirasakan masyarakat. Saya pikir, pertamina mengambil  langkah sepihak. Pertamina ditugaskan negara untuk mendistribusikan, bukan menyetop atau menghentikan. Kalau mau menghentikan itu menjadi keputusan pemerintah, bukan pertamina,’’ terangnya. 

    Ronny  mengaku  bahwa dirinya baru mengetahui penghentian penyaluran premium di Merauke tersebut  ketika ke SPBU dan ternyata di SPBU sudah tidak ada  pompa premium yang disediakan.’’Tadi baru saya  tahu kalau di SPBU   tidak ada lagi penjualan premium. Sementara disisi lain kuota  kita masih banyak. Ini kita bicara hak  masyarakat. Karena kuota itu ditentukan dalam satu tahun. Soal kuota tersebut, Pertamina  tidak punya hak untuk menyetop BBM subsidi.” Ujarnya. 

   “Karena pertamina hanya  diberi  kewenangan untuk menyalurkan. Apalagi masalah  penghentian penjualan premium ini sama sekali belum disampaikan ke gubernur melalui Dinas ESDM,’’ katanya  lagi.  

  Sementara Bio Solar  yang mengalami kelangkaan beberapa waktu lalu lanjut Ronny bahwa alasan yang disampaikan oleh Pertamina dalam rangka mengatur irama. “Mereka sampaikan bahwa pernah mereka lepas tapi tetap saja menurut mereka ada pemanfaatan lain mengapa terjadi kelangkaan. Menurut mereka  terjadi salah peruntukan. Solar yang seharusnya diperuntukkan  subsidi itu terdistribusinya menjadi menjadi industry, sehingga terjadi kelangkaan. Biasanya itu terjadi di tingkat penyalur. Karena penyalur bisa SPBU tapi ada juga APMS,” jelasnya. 

   Namun lanjut  Ronny Manuputty, untuk Bio Solar, pihaknya sudah menyurat ke Pertamina, sehingga sekarang ini  truk-truk  pengguna BBM Solar tersebut sudah terurai di SPBU atau tidak terjadi antrean panjang lagi. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

17 hours ago

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

21 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

1 day ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

1 day ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

1 day ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

1 day ago