

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT saat membuka penyusunan dokumen RPJPD Kabupaten Merauke periode 2025-2045, di Hotel Halongen, Selasa (17/10/2023). (foto: Sulo/Cepos)
MERAUKE– Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang Kabupaten Merauke sedang menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) periode 2025-2045. Penyusunan dokumen RPJPD Kabupaten Merauke ini setelah RPJPD sebelumnya akan berakhir tahun 2025 (periode 2005-2025).
Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, saat membuka FGD terkait penyusunan dokumen RPJPD Kabupaten Merauke periode 2025-2045 tersebut meminta para pimpinan OPD memiliki konsep yang jelas tentang bidang tugas masing-masing.
‘’Saya harapkan para kepala dinas memiliki konsep yang jelas tentang bidang tugas masing-masing. Karena ada beberapa krusial yang akan kita alami. Misalnya di biang pendidikan. Saya minta Kepala Dinas Pendidikan menginput dari teman, dari senior dan para milenial, perguruan tinggi dan lain-lain untuk mendapatkan input yang baik. karena kita sudah provinsi, sehingga apa yang kita rencanakan harus betul-betul mendekati kenyataan yang harus kita buat. Minimal mernjadi arah pertumbuhan pendidikan kita kedepan,’’ jelasnya.
Untuk mendidikan ini menyangkut orang yang mau sekolah, kemudian sarana prasarannya, kemudian digitalisasi yang saat ini menjadi peran penting dalam segala hal. ‘’Kaitan itu dihubungkan dengan tata ruang apakah ada permodelan di tahun 2030 tentang kluster wilayah yang perlu ditangani dengan fokus pendidikan terpadu. Karena kota-kota besar mengarah ke situ. Karena pendidikan ke depan ini mengarah pada manajemen perusahaan, sehingga masalah pendidikan ini harus dirumuskan dengan baik,’’ tandasnya .
Hal ini lanjut bupati Romanus Mbaraka, karena kedepan khususnya di kota akan terjadi pemanfaatan ruang yang sangat tinggi, sehingga seluruh fungsi ruangan akan berubah. Selain masalah pendidikan tersebut, bupati juga meminta agar dalam RPJP ini betul-betul dipertegas batas kawasan kota dan berbagai hal seperti kawasan industri. Karena sampai saat ini belum ada mana yang akan menjadi kawasan industri.
Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Merauke Rrino Tahiya menjelaskan bahwa penyusunan RPJMD ini untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Merauke 20 tahun kedepan, periode 2025-2045.
‘’Kita akan membawa Merauke kemana ditentukan oleh kita semua yang hadir pada saat ini. Karena itu, saya mohon agar para pimpinan OPD tidak diwakilkan pada hari ini, karena kita akan berada dalam pengambilan keputusan berdasarkan evaluasi dari beberapa tahapan yang sudah kita lakukan. Belajar dari beberapa tahapan itu, banyak pimpinan OPD tidak hadir sehingga hari ini, saya berharap seluruh pimpinan OPD hadir semua sampai selesai untuk menentukan arah kebijakan pembangunan 20 tahun kedepan,’’ tandasnya. (ulo)
Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…
Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…
Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…
Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…