Categories: MERAUKE

Persiapkan Lambang PPS,  4 Kabupaten Harus Duduk Bersama

MERAUKE- Tokoh Selatan Papua, Drs Johanes Gluba Gebze yang juga dikenal sebagai pencetus pemekaran Provinsi Papua Selatan mengungkapkan, berdasarkan informasi tentang Provinsi Papua Selatan (PPS) dalam beberapa bulan ke depan akan difinalkan oleh pemerintah bersama DPR RI. Wilayahnya sudah jelas. Cakupan wilayahnya sudah jelas.

‘’Kita tinggal tunggu UU yang sudah berproses dari Baleg, kemudian dari Baleg masuk ke Komisi II. Lalu Komisi II menaikkan ke  presiden dan amanat presiden (Ampresnya) sudah turun. Atas dasar Ampres itu, DPR akan mengerjakan itu,’’kata JGG-panggilan akrabnya kepada wartawan di Merauke, Selasa (17/5),  kemarin.

Menurut dia,  provinsi baru tersebut harus memiliki  merek  yakni lambang daerah. Karena itu, masyarakat dari 4 wilayah Selatan Papua  yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat  harus berembuk tentang lambang daerah itu seperti apa.

‘’Kita harus duduk  lagi dan rencananya kita akan undang pakar. Salah satu pakar itu anak Papua  adalah adik Rektor Uncen. Karena disiplin ilmunya ke situ. Beliau yang diminta pandangan, pengalaman dia misalnya ke Jerman, Belanda dan beberapa negara,”ungkapnya.

Bagaimana desain kota mereka. Tidak perlu sama, tapi paling tidak bisa mengadopsi tipikal kota yang benar-benar harus rama terhadap berbagai aspek.” Yang paling penting kita tidak mengulangi lagi bahwa ibukota pengendali pemerintah itu rentang kendalinya terlalu jauh,’’katanya.

Jadi jangan main patok, bangun kantor gubernur. Tidak. Bicara dulu titik nol. Lalu dari titik nol itu bisa diukur rentang kendali yang bisa menjangkau, misalnya ke Korowai-Kombai. Dapat menjangkau Waropko.

Namun lanjutnya, karena sudah menjadi kesepakatan bahwa ibukota provinsi itu ada di Merauke, yang mana nama ini lanjut dia,  ada pengaruhnya ketika  mendesain kota menggeser lokusnya, tentu  ini juga akan memiliki dampak.

‘’Lalu kita bicara tipikal kota  itu nanti seperti apa. Sebagai pusat pengendalian pemerintahan, koordinasi pembangunan dan koordinasi kemasyarakatan. Ini yang akan kita duduk dan bicara dan undang semua pihak,’’ujarnya.

Ditambahkan,  generasi muda juga harus dihadirkan. Mereka mesti  tahu titik nol agar bisa ikuti sejarah. ‘’Anak-anak muda harus terlibat dalam diskusi ini supaya bisa tahu dan menjadi pelaku sejarah,’’pungkasnya. (ulo/tho)    

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Alat Berat Terbatas, Cetak Sawah Papua Masih Lambat

Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah…

2 hours ago

Wali Kota Ajak Warga Pulihkan Bersama Lokasi Kebakaran

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru bersama Forkopimda, aparatur sipil negara…

3 hours ago

Dua Hari ke Depan Stok Logistik Korban Kebakaran Masih Aman

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, memastikan ketersediaan logistik bagi korban kebakaran di Dok…

4 hours ago

Apresiasi Berbagai Pihak yang Bantu Korban Kebakaran

   Abisai mengatakan, dukungan terhadap para korban tidak hanya datang dari pemerintah maupun BUMN dan…

5 hours ago

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 days ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

2 days ago