Categories: MERAUKE

Bertahap, Pemkab Asmat Bangun Jalan Jembatan dengan Kontruksi Baja

MERAUKE–Pemerintah Kabupaten Asmat secara bertahap membangun jalan jembatan di Asmat  tidak lagi menggunakan kayu besi seperti yang dilakukan selama ini, namun dengan menggunakan kontruksi baja dan beton.

Bupati Asmat, Elisa Kambu mengungkapkan, sampai sekarang ini panjang jalan di Asmat yang sudah menggunakan kontruksi baja dan beton lebih dari 25  kilometer yang  dibangun tidak hanya di ibukota kabupaten, namun juga di distrik-distrik.

‘’Sampai sekarang, panjang jalan jembatan dengan menggunakan kontruksi baja dan beton lebih dari 230 kilometer,’’ kata Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos, kepada Cenderawaih Pos, baru-baru ini. 

Untuk distrik yang juga sudah dibangun jalan jembatan dengan kontruksi beton tersebjut adalah Distrik Atsj sekitar 5 kilomdeter, Payit 4 kilometer, Suator  1 kilometer, Akat 1,1 kilometer, Sawaerma 1,2 kilometer dan Distrik Safaan 1,4 kilometer.

Dikatakan, ada 4  jenis konstruksi di Asmat. Untuk kontruksi jenis pancang baja biayanya sebesar Rp 46 juta permeter lari x lebar 3 meter. Sehingga untuk membangun 1 kilometer jalan dengan lebar 3 meter menggunakan tiang pancang baja menghabiskan Rp 46 miliar. 

Sementara untuk kontruksi tiang pancang beton biayanya Rp 23 juta permeter lari dengan lebar 3 meter atau sekitar Rp 23 miliar perkilometer.  ‘’Dan kalau tidak demikian, maka hutan kayu di Asmat akan habis. Apalagi, saat ini kayu yang ada hampir muda semua sehingga kalau dipakai untuk  jalan jembatan paling bertahan sekitar 3 tahun sudah rusak. Memang kayu besi masih ada, tapi tinggal muda-mudanya dan ukuran kecil.

Sementara kayu yang sudah tua-tua tidak ada lagi, sehingga mau tidak mau kita harus bangun jalan jembatan dengan konstruksi baja atau beton untuk mengurangi pemakaian kayu,’’ terangnya.

Namun begitu, jelas Elisa Kambu, masih ada jalan jembatan yang dibangun dengan menggunakan konstruksi kayu. Namun untuk bisa bertahan 10-15 tahun kedepan pihaknya menggunakan koridor atau atap. Selain jalan jembatan tersebut, lanjut Bupati Elisa Kambu, pihaknya juga mulai membangun fasilitas pemerintah dengan menggunakan tiang dan lantai beton.

Sedangkan bagian ke atas menggunakan kayu. ‘’Untuk RSUD Asmat yang ada di Agats, kita pakai  kontruksi beton. Semua itu karena kebutuhan, bukan karena keinginan,’’ pungkasnya.(ulo/tho)  

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Gencarkan Pemetaan JABI, Masyarakat Diminta Tidak Lepasliarkan Ikan Asing

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…

14 hours ago

Tiga Penyakit Mematikan Ancam Warga Papua

Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…

18 hours ago

Ratusan Bangunan dan Kendaraan Terbakar

   Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…

19 hours ago

17 Tersangka Diproses, 2 Lainnya Diselesaikan Lewat RJ

Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…

20 hours ago

TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja

Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…

21 hours ago

Bupati Intan Jaya Minta TNI/Polri dan TPNPB Tidak Korbankan Warga Sipil

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…

22 hours ago