

MERAUKE-Program restorasi gambut yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Restorasi Gambut hingga saat ini masih terus berjalan. Program ini bertujuan untuk mengelola lahan gambut Indonesia yang belum dimanfaatkan, salah satunya Kabupaten Merauke yang memiliki lahan gambut sekitar 11.576 Ha.
Sejak tahun 2018 hingga 2019, sudah 70 Ha lahan gambut sudah diolah menjadi lahan persawahan. Tahun ini, Merauke kembali mendapatkan program penanaman bibit sagu pada lahan gambut. Karantina Pertanian Merauke terlibat dalam penanaman sagu di Kampung Senegi, Distrik Animha, Kabupaten Merauke, Kamis (13/8).
Sebanyak 1.500 bibit ditanam pada lahan gambut seluas 15 Ha. Sagu sendiri dapat diolah menjadi berbagai macam produk, salah satunya papeda yang menjadi makanan khas Papua. “Sagu sudah melekat di masyakarat Papua, bisa menjadi pangan alternatif. Dan kita berharap produksinya besar agar mencapai pasar ekspor. Karantina akan membantu dengan program Gratieks-nya,” ujar Sudirman, Kepala Karantina Pertanian Merauke dalam rilisnya diterima media ini , Jumat (14/8), keamrtin. (ulo/tri)
Dengan suara penuh empati dan ketegasan, ia mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya sebuah kota, tetapi…
Banyaknya pengungsi yang masuk ke tempat tersebut membuat Pemprov Papua Pegunungan sejak semalam berupaya untuk…
Menurut BTM, manajemen berharap Komdis PSSI dapat melihat kronologi persoalan secara lebih jeli, bijaksana, dan…
“Pada Minggu, 17 Mei 2026, di halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, telah…
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, dari total 41 orang yang diamankan,…
Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi ke Polres Jayawijaya atas informasi hoaks yang…