

SENTANI-Para pelaku Pencuriaan Kendaraan Bermotor (Curanmor) tidak hanya menjual motor dengan harga yang murah, tapi motor hasil curiannya bisa ditukar atau dibarter dengan ganja yang berasal dari Papua New Guinea (PNG).
Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, mengungkapkan, pelaku Curanmor tidak hanya menjual motor dengan harga yang murah, tapi motor hasil curiannya ini bisa dibarter dengan ganja yang berasal dari negara tetangga, PNG.
“Ini memang saling berkaitan, misalnya mereka bekerjasama dengan pengedar ganja dan mereka mengenal sistem barter, di mana ganja dari PNG dibawa dan ditukar dengan motor curian tersebut,”ungkapnya kepada wartawan di Sentani, Sabtu (13/7).
Menurut Victor, sistem barter ini memang sering dilakukan oleh para pelaku Curanmor dengan pengedar ganja dari PNG. Ganja yang dibarter juga berkisar kiloan dan ganja yang didapat dari hasil barter ini diedarkan lagi di wilayah Jayapura dan sekitarnya.
Victor berharap, agar masyarakat ikut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian, sehingga segala bentuk kasus Curanmor dan penyelundupan narkoba yang dibarter menggunakan motor hasil curanmor bisa terus diungkap oleh tim dari Polres Jayapura.
“Untuk mengungkapkan kasus ini tentu butuh keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat untuk bersama-sama mengungkap kasus Curanmor dan ganja yang beredar di wilayah hukum Polres Jayapura,”harapnya. (bet/tho)
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…