

SENTANI-Para pelaku Pencuriaan Kendaraan Bermotor (Curanmor) tidak hanya menjual motor dengan harga yang murah, tapi motor hasil curiannya bisa ditukar atau dibarter dengan ganja yang berasal dari Papua New Guinea (PNG).
Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, mengungkapkan, pelaku Curanmor tidak hanya menjual motor dengan harga yang murah, tapi motor hasil curiannya ini bisa dibarter dengan ganja yang berasal dari negara tetangga, PNG.
“Ini memang saling berkaitan, misalnya mereka bekerjasama dengan pengedar ganja dan mereka mengenal sistem barter, di mana ganja dari PNG dibawa dan ditukar dengan motor curian tersebut,”ungkapnya kepada wartawan di Sentani, Sabtu (13/7).
Menurut Victor, sistem barter ini memang sering dilakukan oleh para pelaku Curanmor dengan pengedar ganja dari PNG. Ganja yang dibarter juga berkisar kiloan dan ganja yang didapat dari hasil barter ini diedarkan lagi di wilayah Jayapura dan sekitarnya.
Victor berharap, agar masyarakat ikut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian, sehingga segala bentuk kasus Curanmor dan penyelundupan narkoba yang dibarter menggunakan motor hasil curanmor bisa terus diungkap oleh tim dari Polres Jayapura.
“Untuk mengungkapkan kasus ini tentu butuh keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat untuk bersama-sama mengungkap kasus Curanmor dan ganja yang beredar di wilayah hukum Polres Jayapura,”harapnya. (bet/tho)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…