Categories: MERAUKE

Kelola Dana Desa, Masih Butuh Peningkatan Kapasitas Aparatur Kampung

MERAUKE– Inspektur Daerah Kabupaten Merauke Edward Rudy Risamasu, SH, M.Kn, mengungkapkan,  pendampingan dan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa di Kabupaten Merauke sampai saat ini masih terus dilakukan. Sebab, pendampingan dan pengawasan pengelolaan dana tersebut tersebut merupakan salah satu penungasan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

‘’Kita masih mengawal hingga akhir masa jabatan Presiden karena tim yang turun juga masih ke distrik dan kampung-kampung untuk mengawasi dana desa. Laporannya ada, LHP ada, dan tindaklanjutnya berjalan,’’ kata Edward  Rudy Risamasu ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/05/2024).

   Edwad Risamasu mengungkapkan, bahwa dalam hal pengelolaan dana desa tersebut masih sangat diperlukan peningkatan kapasitas aparatur kampung  untuk mereka bisa mengelola dana desa yang diturunkan pemerintah ke kampung dengan baik. 

Menurut Edward temuan terbanyak yang ditemukan dari pengelolaan dana desa tersebut yakni potongan pajak. Pembayaran kegiatan atau program yang seharusnya dilakukan potongan pajak masih sering dilupakan para aparatur kampung.  ‘’Temuan terbanyak dari inspektorat terkait dengan potongan pajak yang tidak dilakukan,’’ katanya.   

   Lalu beberapa kasus yang seharusnya menjadi pilot project  seperti kasus korupsi yang dilakukan mantan Kepala Kampuyng Umanderu  seharusnya menjadi efek jerah bagi aparatur kampung dalam mengelola dana desa itu secara bertanggung jawab.

‘’Saat tim dari Kejaksaan Agung turun,  saya sempat sampaikan  bahwa salah satu kendala kita di sini dalam pengelolaan dana desa terkait dengan  pendidikan atau SDM yang masih sangat rendah. Kemudia  ketika disampaikan ada aplikasi Keusdes ternyata hanya berlaku di beberapa kampung saja karena masalah jaringan dan kapasitas aparatur kita yang masih rendah sehingga  dalam hal perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan sebagainya masih dilakukan sevara manual,’’ terangnya.       

Permasalahan berikutnya, kata dia  terkait dengan jumlah pendampingi. Di Kabupaten Merauke, jumlah pendamping yang diturunkan pusat hanya 32 orang untuk menjangkau 179 kampung. ‘’Sangat tidak seimbang,’’ jelasnya. Apalagi, jelas dia, ada kampung-kampung yang untuk menjangkaunya membutuhkan biaya yang sangat besar tidak sebanding dengan gaji yang diterima para pendamping itu. (ulo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

12 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

13 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

14 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

15 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

16 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

20 hours ago