Hengky Kirwelak menjelaskan, program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Merauke dengan Universitas Negeri Jogjakarta dalam rangka peningkatan kualifikasi guru dari D2, D3 ke Sarjana S1.
‘’Karena masih ada puluhan tenaga guru kita yang kualifikasi pendidikannya masih D2 atau D3. Sesuai dengan UU Tenaga guru dan dosen, sebagai tenaga guru wajib sarjana S1 kependidikan,’’ jelasnya.
Karena itu, lanjutnya, di tahun 2023 lalu, program ini dibuka dengan kuota yang diberikan sebanyak 60 orang guru. Namun yang mendaftar sesuai yang terbaca di system hanya 29 orang. Sementara dari 29 orang orang itu hanya 24 yang aktif. Sedangkan 5 guru lainnya kurang aktif.
‘’Kami sebenarnya sudah coba informasikan dari kampung ke kampung, tapi belum seluruh guru yang kualifikasinya D2 dan D3 mendaftar. Jadi masih ada sekitar 30-an guru yang sampai saat ini kualifikasi pendidikannya masih D2 dan D3,’’pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dari pertemuan itu juga diberikan sejumlah uang dalam konteks tali asih. Bantuan tersebut diberikan untuk…
Yang menjadi sasaran adalah pohon Natal yang masih dipajang di depan kantor tersebut kemudian sejumlah…
Kiper andalan mereka, Adzib Hakim yang sempat mengalami cedera ringan saat mengahdapi Deltras FC juga…
Akibat kecelakaan ini menyebabkan satu orang penumpang meninggal dunia.Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samomsabra, membenarkan peristiwa…
Pemberlakukan QRIS untuk pembayaran retribusi parkir dari masyarakat ke juru parkir memang sudah mulai diterapkan…
Kepolisian Sektor Kuala Kencana yang menerima laporan tersebut langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah…