

MERAUKE – Adanya kesan selama ini bagi orang asli Papua khususnya orang Marind tidak bisa tanam padi telah terpatahkan. Hal itu dibuktikan denga pada panen perdana bersama yang dilakukan Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M. Si, di Kampung Kaliki, Distrik Merauke milik warga Kampung Kaliki yang merupakan penduduk asli Papua, Rabu (13/3).
Bupati Frederikus Gebze tampak terharu melihat keberhasilan warga Kampung Kaliki tersebut. Bahkan, Bupati Frederikus Gebze memberikan apresiasi bagi warga Kampung Kaliki tersebut yang selama ini hanya mengharapkan belas kasihan pemerintah lewat Raskin atau Rastra, namun sekarang ini sudah dapat menghasilkan beras sendiri. Apalagi, kata Tuhan memberikan anugrah tanah yang luas yang selama ini belum dimanfaatkan dan diolah dengan baik.
” Tanam padi ini memang bukan budaya kita namun apabila disertai dengan ketekunan dan usaha serta kerja keras maka kita akan mendapatkan hasilnya seperti ini, ” tandas Bupati.
Orang Papua khususnya Marind, lanjut Bupati Frederikus Gebze, selama ini sudah bekerja keras. Namun yang belum adalah tekun, keuletan dan telaten. Namun jika kerja keras tersebut sudah dipadukan dengan ketekunan, ulet dan telaten maka akan berhasil baik seperti yang dilihat tersebut. Ia juga meminta agar warga Kampung Kaliki terus menanam lahan tersebut untuk kesejahteraan keluarga mereka.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Frederikus Gebze, menyerahkan KUR dari Bank Papua Cabang Merauke. Menurut Bupati, pemberian KUR ini sekaligus menepis anggapan selama ini bahwa hanya orang non Papua yang mendapatkan KUR tersebut. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah siapapun petani yang membutuhkan bantuan pembiayaan dengan bunga yang sangat terjangkau yang penting memenuhi persyaratan perbankan. Selain KUR, juga diserahkan peralatan pertanian seperti hand traktor, karung dan tarpal termasuk cat 20 ber ukuran 20 liter bagi warga Kampung Kaliki tersebut.
Kepala distrik Kurik, Maria viola Boyen, S. STP, menyampaikan terima kasih karena masyarakat Kaliki dapat panen perdana. Panen sawah ini diakui Kadistrik bukan budaya orang Marind tapi masyarakat Kaliki terus berusaha dan sebagai orang Marind merasa bangga atas pencapaian yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Kaliki tersebut. “” Masyarakat buta sebenarnya namun karena lewat usaha kelompok tani yang terus mendapat pendampingan sehingga mereka bisa seperti sekarang,” tandanya.
Kedatangan Bupati dan rombongan di tempat panen perdana di tahun 2019 tersebut disambut tari-tarian adat warga Kampung Kaliki. (ulo)
Tim Persipura Jayapura sudah dipastikan akan kedatangan pelatih kepala baru. Ini setelah juru taktik musim…
Menurut Anthon, penetapan tersangka yang dilakukan setelah penggeledahan dan kemudian dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara…
Dari rekaman suara selama 13,56 menit yang tersebar terdengar jelas jika Wesley nampak ikut berduka…
Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…