

Leo Patria Mogot, ST, MT (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot, ST, MT, menilai masyarakat Kampung Nasem, Distrik Merauke dan Distrik Naukenjerai dinilai masih melanggar kesepakatan yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat setempat.
Perjanjian kesepakatan, kata Leo Patria Mogot, dimana masyarakat berjanji tidak akan menggali lagi pasir di pantai, terutama di pinggir-pingir jalan. Namun kesepakatan tersebut masih dilanggar.
Masyarakat masih melakukan penggalian pasir secara ilegal yang menyebabkan kerusakan alam terutama terjadi abrasi yang sangat tinggi menyebabkan badan jalan tergerus abrasi laut. ‘’Sampai saat ini masyarakat masih melakukan penggalian pasir. Jadi melanggar kesepakatan yang sudah dibuat tahun lalu,’’ kata Leo Patria Mogot.
Hal ini dikatakan Leo Patria Mogot terkait dengan adanya rencana aksi yang akan dilakukan oleh masyarakat dari kampung dan distrik tersebut ke pemerintah karena dinilai kurang memberikan perhatian kepada masyarakat yang tinggal di wilayah itu.
Page: 1 2
Pada tahun 2024, jumlah masyarakat yang menjalani tes malaria sebanyak 358.589 orang dengan temuan kasus…
Erick Ohee menilai aksi pemalangan tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang menuntut hak mereka agar…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kapolsek Kawasan Bandara Sentani Iptu…
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, mengatakan pada tahun ini terdapat beberapa proyek…
Koordinator Jurnalis Kabupaten Jayapura sekaligus Ketua FJPI Papua, Kornelia Mudumi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk…
General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan, dalam program ini, manajemen…