

Apolo Safanpo (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE- Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong 28 program ke pemerintah pusat untuk dibiayai melalui APBN. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, program-program tersebut didorong ke pusat untuk dapat dibiayai lewat APBN karena transfer daerah yang diterima Pemerintah Provinsi Papua Selatan di tahun 2026 ini kembali berkurang setelah di tahun 2025 sudah mengalami pemotongan yang cukup signifikan.
‘’Dengan anggaran yang sangat terbatas, sulit bagi kita untuk melaksanakan 28 program itu sehingga kita coba dorong ke pemerintah atasan untuk dapat dibiayai lewat kementrian dan lembaga yang ada,’’ kata gubernur Apolo Safanpo, baru-baru ini.
Salah satu contoh program yang didorong ke pemeirntah pusat tersebut, jelas Gubernur Apolo Safanpo adalah pembangunan kantor OPD yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang jumlahnya 22 OPD. Sampai saat ini, baru 2 OPD yang dibangun yakni Sekretariat DPRP dan Sekretariat MRP.
‘’Kalau mengharapkan dari DAU, cukup sulit bagi kita untuk bisa membangun kantor-kantor dari OPD yang ada tersebut, karena keterbatasan anggaran yang kita miliki setelah dilakukan pemangkasan,’’ jelasnya.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…