Categories: MERAUKE

Oknum Polri Penembak Warga di Wanam Ditahan

AKBP Bahara Marpaung, SH ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Brigpol Ra, anggota   Polres Merauke  yang melakukan penembakan dan menewaskan seorang warga di Kampung Wogekel, Distrik  Ilwayab, Kabupaten Merauke  bernama Yohanes Moiwend (16) pada  4 Juni  sekira pukul 00.30 WIT, ditetapkan sebagai tersangka dan  ditahan   untuk menjalani proses  hukum lebih lanjut. 

   “Yang diduga sebagai pelaku    penembakan tersebut sudah kita tahan di  Mapolres Merauke dan  proses hukumnya akan kita lakukan di sini (Polres Merauke,red),’’ kata Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH, seusai mengantar Direktur Reserse Umum Polda Papua dan Direktur Intelkam Polda Papua  di Bandara Mopah Merauke, Sabtu (8/6). 

   Pelaku sendiri, kata Kapolres, selain  akan dijerat dengan UU Pidana Umum juga akan     diproses lewat   Propam. ‘’Jadi  prosesnya dua. Selain   lewat pengadilan umum juga   lewat Propam,’’ tandasnya. 

  Terkait dengan penembakan  yang menewaskan seorang warga di Wanam ini, Polda Papua menurunkan tim gabungan  dari  Reserse Krimimal Umum, Propam   bersama dengan Polres Merauke turun  ke Wogekel,  Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab.   

  Menurut Kapolres,  dari  tim  gabungan yang turun tersebut  kemudian melakukan reposisi atas kejadian  yang menewaskan korban sekaligus melakukan oleh TKP.  Dari reposisi dan oleh TKP  tersebut, ungkap Kapolres, terungkap kronologi  kejadiannya.

   Dimana   pelaku sedang minum miras dan  mabuk di dalam  kafe  tersebut,   kemudian salah paham dengan korban. ‘’Setelah salah paham, kemudian terjadi   pertengkaran. Lalu pelaku mengeluarkan tembakan  2 kali.  Tak lama kemudian    korban jatuh ke dalam lumpur dan meninggal dunia,’’ tandas Kapolres. 

    Soal informasi  yang beredar jika keduanya  bertengkar hanya masalah nasi, Kapolres menjelaskan bahwa bukan masalah  nasi. Namun keduanya sedang   makan nasi  kemudian terjadi salah paham selanjutnya mereka ribut. 

  “Tapi nanti kita  lihat penyelidikan dan penyidikan Tim. Karena ini sudah tim dari Polda  yang turun. Jadi nanti   kita lihat kasusnya. Kita juga sangat transparan dalam penanganan  kasus ini,’’ terangnya.  

    Ditanya lebih lanjut apakah kemungkinan  pelaku akan di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat), Kapolres mengaku  bahwa  tergantung dari hasil penyelidikan dan penyidikannya. ‘’Nanti kita lihat, karena ini semua  masih berproses,’’ tandasnya.   (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

1 day ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

1 day ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

1 day ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

1 day ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

1 day ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

1 day ago